AYATayat Alquran tentang bulan Muharram sangat penting diketahui kaum Muslimin. Apalagi, baru saja memasuki tahun baru Islam 1 Muharram 1444 Hijriah.. Dengan mengetahui ayat-ayat Alquran tentang bulan Muharram juga dapat membuat lebih giat melakukan amalan salih di bulan suci penuh pahala dari Allah Subhanahu wa ta'ala ini.. Baca juga: 12 Amalan Muharram Miliki Pahala Luar Biasa Besar, Puasa
Ilustrasi Al-quran. Foto WML Image/ Al-Anfal ayat 74 merupakan ayat Alquran yang membahas tentang Arkanul IslamAl-Qur'an dan Terjemahan New Cordova yang ditunjukkan dari tafsir wajiz yang berbunyi Ayat sebelumnya menyinggung tentang kaum Muhajirin dan Ansar, sedang ayat ini menjelaskan kedudukan mereka, yaitu bahwa orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, yakni kaum Muhajirin, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan kepada orang Muhajirin demi tegaknya kebenaran dan agama Allah, yakni kaum Ansar, maka mereka itulah orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia berupa anugerah yang bermacam-macam baik di dunia maupun di surat Al-Anfal ayat 74 beserta terjemahan dan tafsir menurut Kemenag Latin Surat Al-Anfal Ayat 74Wallażīna āmanụ wa hājarụ wa jāhadụ fī sabīlillāhi wallażīna āwaw wa naṣarū ulā`ika humul-mu`minụna ḥaqqā, lahum magfiratuw wa rizqung karīmDan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan kepada orang-orang muhajirin, mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki nikmat yang lengkap Surat Al-Anfal Ayat 74 menurut Kemenag RIPada ayat ini Allah menerangkan kelebihan kaum Muhajirin dan Anshar atas kaum Muslimin yang lain. Mereka diberi predikat orang-orang yang benar-benar beriman, yakni orang yang telah sempurna imannya. Hal itu telah mereka buktikan dengan perbuatan yang nyata semenjak dari turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad sampai berdirinya pemerintah Islam di Medinah. Orang Anshar telah berkorban dengan segala kesanggupan baik dengan harta benda maupun dengan jiwa untuk menegakkan agama Allah. Kalau tidaklah pertolongan dan bantuan sepenuhnya dari mereka belum tentu kaum Muhajirin akan dapat membina kekuatan Islam dengan sempurna. Berkat keimanan dan persatuan yang kuat antara kedua golongan ini dan kerja sama yang erat antara mereka, terwujudlah kekuatan yang hebat yang tak bisa dilumpuhkan oleh musuh-musuh Islam meskipun kekuatan mereka berlipat ganda banyaknya. Karena kelebihan mereka itu pulalah Allah menjanjikan bagi mereka ampunan dari segala kesalahan yang mereka perbuat sebelumnya dan bagi mereka disediakan pula di akhirat kelak rezeki yang tidak pernah putus yaitu surga yang penuh dengan nikmat yang tiada menjelaskan derajat tiga golongan yang pertama, kedua dan ketiga yang memiliki beberapa keutamaan ini, Allah berfirmanHarta rampasan itu juga untuk orang-orang fakir yang berhijrah yang terusir dari kampung halamannya dan meninggalkan harta bendanya demi mencari karunia dari Allah dan keridaan-Nya dan demi menolong agama Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar. al-hasyr/59 8Dan orang-orang Ansar yang telah menempati kota Medinah dan telah beriman sebelum kedatangan mereka Muhajirin, mereka mencintai orang yang berhijrah ke tempat mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka Muhajirin; dan mereka mengutamakan Muhajirin, atas dirinya sendiri, meskipun mereka juga memerlukan. Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. al-hasyr/59 9Dan orang-orang yang datang sesudah mereka Muhajirin dan Anshar, mereka berdoa, "Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, Sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang." al-hasyr/59 10Kami selaku penulis sangat terbuka apabila pembaca memiliki kritik dan saran. Silahkan hubungi kami melalui alamat surel berikut [email protected]
Jawaban#1 untuk Pertanyaan: ayat" alquran yang menjelaskan tentang manajemen. al-Qur'an surat an-Nisa' ayat 58. Artinya : "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi
Bab 2 Uang dalam Al-Qur’an dan Sunah Banyak Muslim sekuler pada zaman modern dengan penuh semangat percaya bahwa agama seharusnya tidak turut campur dalam kehidupan ekonomi dan politik. Golongan Muslim tersebut tidak akan dapat menjelaskan atau bahkan memahami peristiwa dalam kehidupan Nabi Muhammad saw berikut ini Abu Said al-Khudri berkata Bilal mendatangi Nabi dengan membawa kurma barni. Dan ketika beliau bertanya kepadanya dari mana dia mendapatkannya, dia menjawab Saya mempunyai kurma dengan kualitas rendah lalu saya tukarkan dua gantang kurma itu dengan satu gantang kurma ini. Nabi merespon Ah! Inilah inti dari Riba, inti dari Riba! Jangan lakukan ini. Apabila engkau ingin membeli, jual kurma-kurma itu dalam transaksi terpisah, kemudian belilah kurma-kurma ini dengan apa yang kamu dapatkan dari hasil penjualan tersebut. Bukhari, Muslim Kami belajar dari hadits di atas bahwa Nabi Muhammad saw melarang pertukaran yang tidak seimbang antara kurma dengan kurma. Beliau menyatakan bahwa pertukaran tersebut adalah inti dari Riba. Namun ada bukti lain bahwa pertukaran yang tidak setara antara unta dengan unta dibolehkan Yahya mengatakan kepada saya dari Malik dari Naf’i bahwa Abdullah bin Umar membeli menukarkan seekor unta betina yang dapat dikendarai dengan empat unta dan dia menjamin memberikannya dengan penuh pada si pemberli di Ar-Rabadha. Muwatta, Imam Malik Pertanyaan pun timbul Mengapa ada larangan atas pertukaran yang tidak sebanding antar kurma dengan kurma, tetapi tidak ada larangan pada pertukaran yang tidak sebanding antar unta dengan unta? Jawaban dari pertanyaan tersebut ada dalam hadits yang sangat penting dari Nabi saw mengenai Riba, yang menjelaskan apa itu uang dalam Islam Abu Said al-Khudri melaporkan bahwa Rasulullah bersabda “Emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, barley dengan barley, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam. Jika transaksi tersebut suka sama suka, pembayaran dilakukan di tempat, kemudian jika seseorang memberi lebih atau meminta lebih, dia melakukan Riba, sang penerima dan pemberi sama-sama bersalah.” Sahih, Muslim Hadits Nabi Muhammad saw tersebut menjelaskan tiga hal Pertama, menyatakan uang’ dalam Islam adalah logam mulia seperti emas dan perak, atau komoditas-komoditas seperti gandum, barley, kurma, dan garam yang merupakan komoditas yang biasa dikonsumsi sehari-hari sebagai makanan dan memiliki waktu simpan. Oleh karenanya, ketika ada kelangkaan koin emas dan perak di pasar di Madina, komoditas seperti kurma yang tersedia di pasar dalam jumlah banyak dan mempunyai waktu simpan digunakan sebagai uang. Selanjutnya, kita dapat menjawab pertanyaan di atas. Pertukaran yang tidak sebanding antara unta dengan unta diperbolehkan karena binatang tidak pernah digunakan sebagai uang. Pertukaran yang tidak sebanding antara kurma dengan kurma harus dilarang, walau bagaimana pun juga, karena kurma pernah digunakan sebagai uang, dan pembolehan pertukaran tersebut akan membuka pintu bagi pemberi pinjaman uang untuk meminjamkan uangnya dengan bunga! Prinsip yang sama mengenai penggunaan komoditas seperti kurma sebagai uang, dapat diterapkan di tempat lain, contohnya di Pulau Jawa, Indonesia, beras dapat digunakan sebagai uang jika koin emas dan perak ada dalam jumlah sedikit di pasar. Sementara itu, di Kuba, gula dapat dipergunakan sebagai uang, dan lain sebagainya. Beberapa sarjana Islam berargumen bahwa manusia bebas menggunakan apapun, bahkan butiran pasir sebagai uang. Oleh karenanya, tidak ada larangan mencetak kertas dan memberikan nilai berapapun pada kertas tersebut. Respon kami adalah bahwa butiran pasir atau kulit kerang di pantai, tidak diakui Islam sebagai uang menurut hadits tersebut karena bukan merupakan logam mulia dan bukan pula komoditas yang biasa dikonsumsi sehari-hari sebagai makanan. Kedua, saat emas, perak, gandum, barley, kurma, dan garam, beras, gula, dll. digunakan sebagai uang, nilai uang berada “di dalam” uang tersebut dan tidak “di luar”. Oleh karenanya, hadits menetapkan uang’ dalam Islam memiliki nilai intrinsik. Ketiga, uang selalu terdapat pada ciptaan Allah dalam komoditas yang diciptakan Allah Maha Tinggi dengan nilai yang ditentukan oleh Allah Maha Tinggi pula. Dia menyatakan diri-Nya sebagai Ar-Razzaq, Pencipta kekayaan/rezeki. Kita dapat menyimpulkan uang menurut sunah adalah sebagai berikut Logam berharga atau komoditas lain seperti yang dijelaskan di atas, Uang dengan nilai intrinsik, Uang ada dalam ciptaan Allah dengan nilai yang ditentukan Allah Maha Tinggi yang menciptakan kekayaan/rezeki. Beberapa sarjana Islam akan segera mengingatkan kita bahwa sunah terdiri dari dua bagian. Yang pertama adalah yang datang pada kita dari Nabi berdasarkan petunjuk Tuhan. Dan yang kedua adalah yang berdasarkan pada pendapat pribadinya. Nabi sendiri telah menyarankan pengikutnya mengenai yang kedua bahwa “kalian lebih tahu tentang urusan kalian”. Implikasi dari saran ini adalah bahwa tidak ada kewajiban untuk mengikuti sunah. Sarjana Islam kemudian berargumen bahwa uang’ termasuk dalam kategori yang kedua. Selanjutnya mereka berargumen, pada saat ini Umat Islam tentu dibolehkan menerima sistem uang kertas yang sesungguhnya tidak redeemable dari penguasa persekutuan Kristen-Yahudi yang dengan mudah mencetak kertas sebagai uang, menentukan nilai fiktif padanya, dan dalam prosesnya menjadi pencipta kekayaan sebanyak yang mereka inginkan. Kemudian, mereka dapat menggunakan kurs mata uang mereka untuk membeli apapun yang mereka inginkan di belahan dunia mana pun. Bagaimana pun juga, saat Umat Islam mengikuti mereka dalam aktivitas yang menghina Tuhan ini, dengan menciptakan kekayaan dari sesuatu tanpa nilai intrinsik, satu koper yang dipenuhi dengan Rupiah Indonesia atau Rupee Pakistan tidak akan dapat membeli bahkan satu cangkir kopi di Manhattan, New York. Sarjana Islam tersebut tidak pernah menyatakan sistem moneter masa kini dengan uang kertas yang sebenarnya tidak redeemable adalah haram, dan tampaknya mereka tidak akan pernah. Tentunya, mereka sangat salah dalam membuat keputusan dan mereka akan menerima konsekuensinya pada hari pembalasan untuk kesalahan tersebut. Mereka tidak mempertimbangkan bahwa uang dalam bentuk logam mulia ciptaan Allah Maha tinggi dengan nilai intrinsik ditentukan oleh Allah sendiri adalah dengan kuat berlandaskan pada Al-Qur’an yang diberkahi. Allah Maha Tinggi menunjukkan Dinar dalam ayat Surat Ali Imran berikut “Di antara ahli kitab Taurat ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikan kepadamu; dan di antara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu Dinar koin emas, tidak dikembalikannya kepadamu, kecuali jika kamu selalu menagihnya. Yang demikian standar ganda itu lantaran mereka mengatakan, “Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi bangsa Arab.” Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui.” Al-Qur’an, Ali Imran [Keluarga Imran], 3 75 Allah juga menunjukkan Dirham dalam ayat di Surat Yusuf Dan mereka menjual dia Yusuf dengan harga yang murah, yaitu beberapa Dirham saja, dan hati mereka tidak merasa tertarik padanya. Al-Qur’an, Yusuf, 12 20 Di kedua ayat Al-Qur’an tersebut, Allah Maha Tinggi telah menunjukkan uang’ sebagai Dinar dan Dirham. Dinar adalah koin emas yang memiliki nilai intrinsik, dan Dirham atau koin perak pun mempunyai nilai intrinsik. Dengan sangat jelas, keduanya merupakan materi ciptaan Allah dan keduanya memiliki nilai yang ditentukan oleh Allah sendiri yang merupakan pencipta rezeki. Ada pula ayat-ayat lain dalam Al-Qur’an yang menunjukkan emas dan perak sebagai harta dan dapat digunakan sebagai uang dalam bentuk Dinar dan Dirham “Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di Sisi Allah-lah Tempat Kembali yang jauh lebih baik Surga.” Al-Qur’an, Ali Imran [Keluarga Imran], 3 14 “Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang di antara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus dirinya dengan emas yang sebanyak itu dengan demikian, emas digunakan sebagai uang untuk membayar tebusan atas jiwanya. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong.” Al-Qur’an, Ali Imran [Keluarga Imran], 3 91 “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil dan mereka menghalang-halangi manusia dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya hal ini dengan jelas merupakan konteks penggunaan emas dan perak sebagai uang di jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, bahwa mereka akan mendapat siksa yang pedih.” Al-Qur’an, at-Taubah [Pengampunan], 9 34 “Dan sekiranya bukan karena hendak menghindari manusia menjadi umat yang satu dalam kekafiran, tentulah Kami buatkan, bagi orang-orang yang kafir kepada Tuhan yang Maha Pemurah, loteng-loteng perak bagi rumah mereka dan juga tangga-tangga perak yang mereka menaikinya. Dan Kami buatkan pula pintu-pintu perak bagi rumah-rumah mereka dan begitu pula dipan-dipan yang mereka bertelekan di atasnya. Dan Kami buatkan pula perhiasan-perhiasan dari emas untuk mereka. Dan semuanya itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia, dan kehidupan akhirat itu di Sisi Tuhan-mu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” Al-Qur’an, az-Zukhruf [Perhiasan], 43 33-35 “Dan jika kamu ingin mengganti istrimu dengan istri yang lain, sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka Qinthor harta dari setumpuk koin-koin emas dan perak, maka janganlah kamu mengambil kembali darinya barang sedikit pun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan menanggung dosa yang nyata?” Al-Qur’an, an-Nisa [Wanita], 4 20 Al-Qur’an lalu mengabarkan berita yang luar biasa bahwa emas dan perak akan tetap terjaga statusnya sebagai benda dengan nilai berharga hingga di alam akhirat. Dengan kata lain, emas dan perak memiliki realitas spiritual sebagai benda berharga, yang merupakan tambahan dari nilai materialnya di dunia “Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dibordir dengan emas dan sutra tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih.” [Ayat ini, juga ayat-ayat berikut ini menyatakan bahwa emas dan perak tetap berharga dan bernilai bahkan di kehidupan akhirat sekali pun] Al-Qur’an, al-Insan [Manusia], 76 21 “Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap dipandang mata dan kamu kekal di dalamnya.” Al-Qur’an, az-Zukhruf [Perhiasan], 43 71 “Mengapa tidak dipakaikan kepadanya gelang dari emas atau malaikat datang bersama-sama dia untuk mengiringinya.” Al-Qur’an, az-Zukhruf [Perhiasan], 43 53 “Bagi mereka Surga Adn, mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutera.” Al-Qur’an, Fathir, 35 33 “Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera.” Al-Qur’an, al-Hajj [Haji], 22 23 “Mereka itulah orang-orang yang bagi mereka Surga Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; di surga itu mereka dihiasi dengan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah balasan yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah.” Al-Qur’an, al-Kahfi [Gua], 18 31 “Atau kamu mempunyai sebuah rumah dari emas, atau kamu naik ke langit. Dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kenaikanmu itu hingga kamu turunkan atas kami sebuah kitab yang kami baca.” Katakanlah, “Maha Suci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?” Al-Qur’an, al-Isra, 17 93 Bahkan, Dinar emas ditakdirkan untuk memainkan peran yang sangat penting pada Hari Penghakiman itu sendiri. Dalam sebuah hadits yang sangat panjang, berat kebaikan dalam hati ketika diukur dengan Dinar akan menjadi ukuran yang dapat mengeluarkan manusia dari api neraka. Berikut adalah bunyi hadits yang panjang tersebut Abu Said al-Khudri melaporkan Pada Hari Pembalasan datang seorang mua’dzin mengumumkan “Biarkan setiap orang mengikuti apa yang biasa mereka sembah...” Kemudian mereka akan diselamatkan dari api; dan mereka akan mengambil sejumlah besar manusia yang telah dibakar api sampai tulang betis atau lutut. Kemudian mereka berkata “Ya Tuhan kami, tidak ada lagi orang yang sesuai dengan apa yang Engkau perintahkan kepada kami tersisa di dalamnya Jahanam”. Kemudian Dia berfirman “Kembali dan bawalah dari api neraka mereka yang di dalam hatinya engkau temukan kebaikan senilai satu Dinar.” Kemudian mereka akan mengambil sejumlah besar manusia. Kemudian mereka akan berkata “Ya Tuhan kami! Kami tidak meninggalkan seorang pun yang sesuai dengan apa yang Engkau perintahkan kepada kami.” Kemudian Dia berfirman “Kembali dan bawalah mereka yang di dalam hatinya engkau temukan kebaikan senilai setengah Dinar.” Kemudian mereka akan mengambil sejumlah besar manusia, dan akan berkata “Ya Tuhan kami! Tidak ada lagi seorang pun sesuai dengan apa yang Engkau perintahkan kepada kami tersisa di dalamnya.” Kemudian Dia akan berfirman “Kembalilah dan mereka yang engkau temukan kebaikan di dalam hatinya kebaikan seberat satu partikel, bawalah keluar.” Mereka akan mengambil sejumlah besar manusia, dan kemudian berkata “Ya Tuhan kami, sekarang kami tidak meninggalkan seorang pun di dalamnya neraka mempunyai kebaikan...” Sahih, Muslim Ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits di atas menunjukkan bahwa emas dan perak diciptakan oleh Allah Maha Tinggi dengan besar nilai yang dianugerahkan padanya dan nilai tersebut akan bertahan pada kehidupan dunia ini dan bahkan tetap bertahan hingga di dunia akhirat nanti. Ayat-ayat Al-Qur’an tersebut juga menunjukkan bahwa Allah Maha Tinggi, dengan kebijaksanaan-Nya, menciptakan emas dan perak untuk digunakan, di antara benda-benda yang lain, sebagai uang. Siapapun yang buta terhadap fakta yang jelas ini dengan menolak hal tersebut maka dia harus menyiapkan dirinya untuk mempertahankan pendapatnya pada Hari Penghakiman. Uang dengan nilai intrinsik sekarang ini telah menghilang dari sistem keuangan yang digunakan di seluruh dunia. Semua dunia Muslim pun bersalah karena meninggalkan uang’ yang dengan kuat berlandaskan pada Al-Qur’an dan yang bernilai bahkan hingga di dunia akhirat. Muslim telah membayar harga yang mengerikan karena meninggalkan uang suci’ tersebut dan menerima gantinya dengan alat tukar yang penuh dengan kecurangan dalam bentuk uang sekuler’. Tujuan kami dalam esai ini adalah menjelaskan, secara singkat tentunya, bagaimana dan mengapa terjadi hilangnya uang sunah. Kami minta kepada para pembaca yang memahami dan setuju dengan argumen-argumen yang ada dalam esai ini untuk menanggapi perintah Nabi Muhammad saw berikut Abu Said al-Khudri mengatakan Saya mendengar Rasulullah bersabda “Barangsiapa melihat apapun yang merupakan kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya; dan jika dia tidak sanggup berbuat demikian, maka dengan lidahnya; dan jika dia tidak sanggup berbuat demikian, maka dengan hatinya; dan itulah iman yang paling lemah.” Sahih, Muslim
Alquranmengabadikan adab-adab mulia dalam hidup bermasyarakat. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Adab dan akhlak yang baik merupakan bagian utama dalam diri seorang muslim. Bahkan telah banyak disebutkan bahwa adab adalah hal pertama yang harus dipelajari umat. Dikutip dari laman Islamweb pada Ahad (11/7), berikut sejumlah adab yang diabadikan
AL-QURAN adalah firman Allah SWT yang harus diagungkan dan dijaga baik-baik. Ayat-ayat Alquran tidak boleh diperlakukan sembarangan. Begitu juga kita harus menghormati mushaf, yang di dalamnya terdapat ayat Al-Quran. Lalu apa hukum menulis Al-Quran di uang kertas atau uang logam? Lembaga Fatwa Mesir menjelaskan terkait hukum mencetak uang kertas dan uang koin dengan memuat ayat-ayat Al-Quran di permukaannya. Lembaga fatwa ini membahas hukum menulis Al-Quran di uang kertas atau uang koin. Seperti dilansir Lembaga Fatwa Mesir mengatakan mencetak ayat-ayat Al-Quran atau menuliskan ayat-ayat Al-Quran pada uang kertas dan uang koin adalah makruh. Dalam terminologi Islam, sesuatu yang makruh adalah perbuatan yang tidak disukai, namun tidak diharamkan atau dikenakan hukuman. Orang yang tidak melakukan tindakan makruh ini akan diberi ganjaran. BACA JUGA Disebutkan Alquran, Ini 4 Karakter Pemuda dalam Islam Ilustrasi foto Unsplash Dalam situs resminya Lembaga Fatwa Mesir menuliskan bahwa Alquran adalah kitab Allah yang telah dikirim untuk membimbing manusia dan menjamin keselamatan di dunia dan di akhirat. Oleh karena itu menghormati Al-Quran dan kesuciannya diperlukan. Dan itulah sebabnya para fuqaha mengatakan bahwa memegang Al-Quran tanpa wudhu tidak diperbolehkan. Untuk alasan yang sama, Lembaga Fatwa Mesir mengatakan bahwa para fuqaha menganggap sebagai perbuatan makruh untuk mencetak atau menuliskan ayat-ayat Al-Quran pada uang kertas dan uang koin. Alasan krusial mengapa makruhnya hukum menulis Al-Quran di uang adalah karena nantinya dapat disentuh oleh mereka yang tidak berwudhu. Lembaga Fatwa Mesir atau Dar Al Ifta adalah badan penasehat Islam Mesir yang didirikan sebagai pusat penelitian Islam dan hukum Islam di negara Arab pada 1313 H atau 1895 M. Lembaga ini memberikan bimbingan dan nasehat agama melalui penerbitan fatwa tentang masalah sehari-hari dan kontemporer. Sementara itu, mengutip Jurnal Uang dalam Pandangan Islam, fungsi turunan uang mengakibatkan uang menjadi objek komoditas dan penimbun kekayaan yang bisa di jual belikan serta dapat di timbun. Sebagai salah satu efek dari fungsi turunan tersebut yaitu adanya penimbunan emas. Padahal penimbunan uang adalah salah satu bentuk keharaman bagi seorang muslim. Hal ini sesuai dengan salah satu firman Allah dalam Al-Quran surat At-Taubah ayat 34. Maksud dari ayat tersebut adalah adanya ancaman berupa siksaan yang pedih atas orang yang menimbun emas dan perak merupakan qarinah indikasi yang menunjukkan bahwa larangan itu bersifat tegas jazim. Hukum Menulis Al-Quran di Uang Foto ilustrasi Unsplash Dengan demikian, menimbun emas dan perak hukumnya haram. Keharaman itu bersifat pasti dan umum. Untuk itu,dalam tulisan secara tidak langsung mengajak kembali kepada fungsi uang yang sebenarnya yang telah dijalankan dalam konsep Islam, yakni sebagai alat pertukaran dan satuan nilai, bukan sebagai penimbun kekayaan. Harus disadari bahwa sesungguhnya uang itu hanyalah sebagai perantara untuk menjadikan suatu barang kepada barang yang lain. An Nabhani menyatakan Islam telah memberikan kebebasan kepada manusia untuk melakukan pertukaran dengan mempergunakan apa saja yang dia sukai. Hanya saja, pertukaran barang dengan satuan uang tertentu itu telah ditunjukkan oleh Islam satu sistem moneter. Dan Islam telah menetapkan bagi kaum muslimin kepada jenis tertentu yaitu emas dan perak. Kesimpulan ini berdasarkan beberapa alasan berikut An-Nabhani, 1990 1. Islam mengharamkan menimbun al kanz emas dan perak larangan pada Al Quran surat At-Taubah ayat 34 di tertuju pada penimbunan emas dan perak, sebagai emas dan perak, dan sebagai mata uang dan alat tukar. 2. Islam telah mengaitkan emas dan perak dengan hukum-hukum yang baku, seperti diyat dalam pembunuhan sebesar 1000 dinar dan batasan bagi potong tangan atas pencurian atas harta yang mencapai ¼ dinar. Hukum Menulis Al-Quran di Uang Foto Unsplash BACA JUGA Penyembuhan dengan Doa dalam Alquran, Hadis dan Dunia Medis 3. Rasulullah SAW telah menetapkan emas dan perak sebagai mata uang, dan menjadikan hanya emas dan perak sajalah sebagai standar uang. Dimana standar barang dan jasa akan dikembalikan kepada standar tersebut. 4. Ketika Allah SWT mewajibkan zakat uang, maka Allah telah mewajibkan zakat tersebut untuk emas dan perak, kemudian Allah menentukan nishab zakat tersebut dengan nishab emas dan perak. 5. Ketika Islam menetapkan hukum pertukaran uang sharf, Islam menetapkan uang dalam bentuk emas dan perak. Sharf adalah menukarkan atau membeli uang dengan uang, baik dalam jenis yang sama seperti membeli emas dengan emas atau perak dengan perak, maupun antar jenis yang berbeda seperti membeli emas dengan perak. Demikianlah pembahasan Hukum Menulis Al-Quran di Uang dan Hukum Penimbunan Uang dalam Islam. Semoga artikel Hukum Menulis Al-Quran di Uang dan Hukum Penimbunan Uang ini dapat memberikan pencerahan bagi kita semua.
Hasilpencarian tentang Ayat+tentang+pasar+dan+uang. terjemahan ayat Surat Al-Furqan Ayat 7. Dan mereka berkata: apabila kamu bertanya tentang macam-macam masalah sewaktu Nabi saw. masih ada niscaya akan turun ayat-ayatAlquran yang menjelaskannya dan jika ayat-ayat Alquran telah turun niscaya isinya akan menjelek-jelekkan
Ilustrasi Al-quran. Foto FOTOKITA/ Al-Baqarah ayat 278 merupakan ayat Alquran yang membahas tentang AmalAl-Qur'an dan Terjemahan New Cordova yang ditunjukkan dari tafsir wajiz yang berbunyi Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan menghindari jatuhnya siksa dari Allah antara lain akibat praktik riba, dan tinggalkan sisa riba yang belum dipungut sampai datangnya larangan riba jika kamu benar-benar orang beriman yang konsisten dalam perkataan dan surat Al-Baqarah ayat 278 beserta terjemahan dan tafsir menurut Kemenag Latin Surat Al-Baqarah Ayat 278Yā ayyuhallażīna āmanuttaqullāha wa żarụ mā baqiya minar-ribā ing kuntum mu`minīnHai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba yang belum dipungut jika kamu orang-orang yang lengkap Surat Al-Baqarah Ayat 278 menurut Kemenag RIAyat 275 menerangkan keadaan orang yang memakan riba di dunia dan di akhirat dan ayat 276 menerangkan tentang didikan yang baik yang harus dikerjakan oleh pemakan riba untuk menghilangkan akibat dan pengaruh riba pada dirinya. Semuanya itu disampaikan dengan ungkapan yang halus. Inilah sikap Islam yang sebenarnya terhadap riba. Allah memerintahkan agar orang yang beriman dan bertakwa menghentikan praktek meninggalkan riba dihubungkan dengan perintah bertakwa. Dengan hubungan itu seakan-akan Allah mengatakan, "Jika kamu benar-benar beriman tinggalkanlah riba itu. Jika kamu tidak menghentikannya berarti kamu telah berdusta kepada Allah swt dalam pengakuan imanmu. Mustahil orang yang mengaku beriman dan bertakwa melakukan praktek riba, karena perbuatan itu tidak mungkin ada pada diri seseorang pada saat atau waktu yang sama. Yang mungkin terjadi ialah seseorang menjadi pemakan riba, atau seseorang beriman dan bertakwa tanpa memakan riba." Ayat ini senada dengan sabda Rasulullah saw"Tidak berzina seorang pezina dalam keadaan dia beriman."Riwayat al-Bukhari.Maksudnya orang yang betul-betul beriman tidak akan melakukan zina, begitu pula orang yang betul-betul beriman tidak akan melakukan riba. Dari ayat ini dipahami bahwa iman yang tidak membuahkan amal saleh adalah iman yang lemah. Iman yang demikian tidak meresap dalam hati sanubari seseorang, Oleh sebab itu dia tidak menghasilkan kebahagiaan di dunia dan di selaku penulis sangat terbuka apabila pembaca memiliki kritik dan saran. Silahkan hubungi kami melalui alamat surel berikut [email protected]
AyatAyat Al-Qur'an dan hadis-Hadis Tematik Tentang Uang Dan Pembiayaan In general money is part of wealth, jewelry and happiness in the world. Money is everything that is widely accepted as a medium of exchange, while it functions as a standard measure of the value of prices and media for the storage of wealth.
The paper deals with assets in the perspective of Alqur’an. It consists of the definition of assets, position of assets inAlquran, orders for seeking property, ownership in the views of Alquran, procedures for acquisition and distribution of assets inAlquran. The paper is in the form of literature studies that was conducted by reviewing related books, journals, magazines and articles. It was revealed several things, as the followings 1 Assets are objects that can be owned, controlled, cultivated, and transferred, both tangible and intangible objects, both registered and unregistered objects, both movable and immovable objects and rights that have economic value; 2 Assets have a very important position in the Qur'an, as proven by the word mall in the Qur'an for 86 times in 79 quranic verses in 38 surah; 3 Orders to work or look for treasures are stated in Alqur’an, such as in surah At-taubah verse 105, Al-Mulk verse 15, Al-Ankabut verse 69, and Az-Zumar verse 39; 4 The absolute owner of the mallor everythingon this earth is Allah SWT, and human ownership is only relative. It means humans are only ones who have rights for managing and utilizing it as it is; 5 Obtaining mall can be done in various ways, including halal a'mal or ma'isyah. Then, the characteristics distribution of mall are fair and honest, because even in the smallest deeds we do, all will be accounted for in the hereafter. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free HARTA DALAM PERSPEKTIF ALQURAN STUDI TAFSIR AYATAYAT EKONOMITREASURES IN THE PERSPECTIVE OF ALQURAN INTERPRETATION OF ECONOMIC VERSES Sarmiana BatubaraSTAI Barumun Raya SibuhuanJl. Kihajar Dewantara No. 47-B Sibuhuan Padang Lawassyarmabatubara diterima 02 Juli 2018, di-review 01 Agustus 2018, disetujui 09 Nopember 2018Abstract The paper deals with assets in the perspective of Alquran. It consists of the deinition of assets, position of assets in Alquran, orders for seeking property, ownership in the views of Alquran, procedures for acquisition and distribution of assets in Alquran. The paper is in the form of literature studies that was conducted by reviewing related books, journals, magazines and articles. It was revealed several things, as the followings 1 Assets are objects that can be owned, controlled, cultivated, and transferred, both tangible and intangible objects, both registered and unregistered objects, both movable and immovable objects and rights that have economic value; 2 Assets have a very important position in the Qur’an, as proven by the word mall in the Qur’an for 86 times in 79 quranic verses in 38 surah; 3 Orders to work or look for treasures are stated in Alqur’an, such as in surah At-taubah verse 105, Al-Mulk verse 15, Al-Ankabut verse 69, and Az-Zumar verse 39; 4 The absolute owner of the mallor everything on this earth is Allah Swt, and human ownership is only relative. It means humans are only ones who have rights for managing and utilizing it as it is; 5 Obtaining mall can be done in various ways, including halal a’mal or ma’isyah. Then, the characteristics distribution of mall are fair and honest, because even in the smallest deeds we do, all will be accounted for in the treasures, Qur’an, interpretation, economic verses Abstrak Jurnal ini berjudul Harta Dalam Perspektif Alquran Studi Tafsir Ayat-Ayat Ekonomi. Adapun pembahasan dalam tulisan ini terdiri dari pengertian harta, kedudukan harta dalam Alquran, perintah mencari harta, kepemilikan dalam pandangan Alquran, tatacara perolehan dan pendistribusian harta dalam Alquran. Jurnal ini berbentuk kajian kepustakaan, yaitu dengan menelaah buku-buku, jurnal, majalah dan artikel yang berkaitan dengan tulisan ini. Dalam tulisan ini diungkapkan kepemilikan relatif dalam ekonomi Islam. Kesimpulan pembahasan ini yaitu 1 Harta adalah benda yang dapat dimiliki, dikuasai, diusahakan, dan dialihkan, baik benda berwujud maupun tidak berwujud, baik benda terdaftar maupun tidak terdaftar, baik benda bergerak maupun tidak bergerak dan hak yang mempunyai nilai ekonomis. 2 Harta memiliki kedudukan yang sangat penting di dalam Alquran, terbukti kata mal dalam Alquran disebut sebanyak 86 kali pada 79 ayat dalam 38 surah. 3 Perintah bekerja atau mencari harta terdapat di dalam Alquran diantaranya pada surah At-taubah ayat 105, Al-Mulk ayat 15, Al-Ankabut ayat 69, bekerjalah sesuai dengan potensi dan kemampuanmu masing-masing Az-Zumar ayat 39. 4 Pemilik mutlak harta atau segala sesuatu yang ada di muka bumi ini adalah Allah Swt, kepemilikan manusia hanya relatif. 5 Cara perolehan harta dapat dilakukan dengan berbagai macam, antara lain melalui usaha a’mal atau mata pencaharian ma’isyah yang halal sesuai dengan aturan Allah Swt. Karakteristik pendistribusian adalah adil dan jujur, karena dalam Islam sekecil apapun perbuatan yang kita lakukan, semua akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Pelaksanaan distribusi bertujuan untuk saling memberi manfaat dan menguntungkan satu sama lain. Kata kunci harta, Alquran, tafsir, ayat-ayat ekonomi Jurnal Imara140 Sariana BatbaraPENDAHULUANHarta pada hakikatnya merujuk pada semua parameter sumber-sumber alam. Menurut pandangan Alquran, itu adalah nikmat Allah SWT, alat-alat provisi perlengkapan, kesenangan dan kebanggaan. Harta bukanlah sesuatu yang buruk. Alquran menyatakan bahwa ia adalah sesuatu yang baik khair dan juga sebagai alat yang membantu kehidupan manusia. Alquran banyak menekankan untuk mempergunakan kekayaan yang dimiliki dalam hal-hal yang menyebut kata Al-Mal harta tidak kurang dari 86 kali. Penyebutan berulang-ulang terhadap sesuatu di dalam Alquran menunjukkan adanya perhatian khusus dan penting terhadap sesuatu itu. Harta merupakan bagian penting dari kehidupan yang tidak dipisahkan dan selalu diupayakan oleh manusia dalam kehidupannya terutama di dalam memandang keinginan manusia untuk memperoleh, memiliki, dan memanfaatkan harta sebagai sesuatu yang lazim, dan urgen. Harta diperoleh, dimiliki, dan dimanfaatkan manusia untuk memenuhi hajat hidupnya, baik bersifat materi maupun non materi. Manusia berusaha sesuai dengan naluri dan kecenderungan untuk mendapatkan harta. Dalam memperoleh harta, manusia harus tetap pada syari’at, Rasulullah Saw sangat konsern dengan persoalan yang menyangkut dengan kepemilikan harta kekayaan. Beliau sangat memperhatikan dari mana seorang memperoleh harta. Dalam ekonomi kapitalis manusia dibebaskan untuk memperoleh harta benda atau kekayaan sebanyak-banyaknya dengan berbagai cara walaupun dengan cara mengeksploitasi orang lain. Sistem ini akan menimbulkan banyak jurang yang sangat dalam antara orang kaya dengan orang memandang harta sebagai sarana bagi manusia untuk mendekatkan diri kepada Khaliq-Nya, bukan tujuan utama yang dicari dalam kehidupan. Dengan keberadaan harta, manusia diharapkan memiliki sikap derma yang memperkokoh sifat kemanusiannya. Jika sikap derma ini berkembang, maka akan mengantarkan manusia kepada derajat yang mulia, baik di sisi Tuhan maupun terhadap sesam karena itu, harta dalam perspektif Alquran sangat menarik untuk dibahas lebih lanjut dalam tulisan ini. Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang di atas, penulis tertarik membahas dengan rumusan masalah sebagai berikut1. Pengertian harta dalam Kedudukan harta dalam Perintah mencari Kepemilikan dalam pandangan Tata cara perolehan dan pendistribusian harta dalam AlquranTujuan PenulisanBerdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan pembahasan ini adalah1. Untuk mengetahui pengertian harta dalam Alquran2. Untuk mengetahui kedudukan harta dalam Alquran Volume 2, Nomor 2, Desember 2018Hara dalam Perspektif Alquran Stdi Tafsir Ayat-Ayat Ekonomi 141 3. Untuk mengetahui perintah mencari harta dalam Alquran4. Untuk mengetahui bagaimana kepemilikan dalam pandangan Alquran5. Untuk mengetahui tatacara perolehan dan pendistribusian harta dalam AlquranMETODE PENELITIANPenelitian ini termasuk jenis penelitian kepustakaan library research dengan pendekatan kualitatif. Untuk memperoleh informasi tentang berbagai aspek yang berkaitan dengan persoalan penelitian, yaitu dengan menelaah buku-buku atau sumber-sumber lainnya tentang topik penelitian. Hasil penelaahan disusun berdasarkan tujuan dari penelitian DAN HASILPengeran HartaHarta dalam Alquran disebut dengan Al-Mal jamaknya Al-Amwal yang secara literal artinya cenderung pada, condong pada, doyong, miring, suka, senang, simpati kepada, menyokong, membantu, melangkah menuju, menyimpang dari, mengelak, berpihak pada dan mengalahkan Warson, 1984 1469-1470. Al-Mal khususnya uang merupakan sesuatu yang membuat semua dan setiap orang menjadi suka, bahkan tidak sedikit menggapainya dengan menghalalkan segala terminiologi syariat, Al-Mal adalah sesuatu yang menurut tabiatnya orang merasa senang dengannya dan memungkinkan pengawetannya dalam kurun waktu tertentu sampai ketika diperlukan pada waktunya nanti Mardani, 2013 59.Menurut Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah pasal 1 ayat 9 Amwal harta adalah benda yang dapat dimiliki, dikuasai, diusahakan, dan dialihkan, baik benda berwujud maupun tidak berwujud, baik benda terdaftar maupun tidak terdaftar, baik benda bergerak maupun tidak bergerak dan hak yang mempunyai nilai ekonomis Mardani, 2013 59.Dilihat dari jenisnya Amwal dibedakan kedalam dua macam, ada yang berbentuk mata uang yang lazim disebut Al-Nuqud dan ada pula yang berbentuk barang/benda dan jasa yang disebut Al-Arudh. Al-Nuqud adalah harta yang berbentuk mata uang atau sejenisnya seperti emas, perak, dinar, dirham, uang giral, uang kartal dan lain-lain. Sedangkan Al-Arudh adalah harta yang tidak berbentuk mata uang seperti tumbuh-tumbuhan, perkebunan, atau pertanian, binatang ternak, benda tidak bergerak tanah, rumah dan termasuk hak Harta dalam AlquranKata mal dalam Alquran disebut sebanyak 86 kali pada 79 ayat dalam 38 surah. Satu jumlah yang cukup banyak menghiasi sepertiga surah-surah Alquran. Dari 86 kata mal itu terdapat 25 kata berbentuk mufrad dengan berbagai lafal, selanjutnya 61 kali dalam bentuk isim jama’ amwal dan jumlah ini belum termasuk kata-kata yang semakna dengan mal seperti rizq, mata’ dan kanz perbendaharan Tarigan, 2016 82. Penyebutan berulang-ulang terhadap sesuatu di dalam Alquran menunjukkan adanya perhatian khusus dan penting terhadap sesuatu itu. Dengan demikian harta memiliki kedudukan yang sangat penting di dalam Alquran, salah satu ayat Alquran yang berkaitan dengan kedudukan harta terdapat pada surah Al-Kahi ayat 46 Jurnal Imara142 Sariana Batbaraﻼَﻣَأ ٌﺮْـﻴَﺧَو ﺎًﺑاَﻮَـﺛ َﻚﱢﺑَر َﺪْﻨِﻋ ٌﺮْـﻴَﺧ ُتﺎَِﳊﺎ ﱠﺼﻟاHarta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan Al-Kahi [18] 46Kata Al-Mal yang di posisikan sebagai zinah, berfungsi sebagai perhiasan dunia yang kerap melalaikan manusia dari mengingat Allah SWT. Allah Swt menjelaskan bahwa yang menjadi kebanggaan manusia di dunia ini adalah harta benda dan anak-anak, karena manusia sangat memperhatikan keduanya. Banyak harta dan anak dapat memberikan kehidupan dan martabat yang terhormat kepada orang yang memiliknya. Namun karena harta dan anak pula orang menjadi takabbur dan merendahkan orang lain. Allah Swt menegaskan bahwa keduanya hanyalah perhiasan hidup duniawi. Padahal manusia sudah menyadari bahwa keduanya akan segera binasa dan tidak patut dijadikan bahan kesombongan. Dalam urutan ayat ini harta didahulukan dari anak, padahal anak lebih dekat ke hati manusia, karena harta sebagai perhiasan lebih sempurna dari pada anak. Harta dapat menolong orang tua dan anak setiap waktu dan dengan harta itu pula kelangsungan hidup keturunan dapat terjamin. Kebutuhan manusia terhadap harta lebih besar dari pada kebutuhannya kepada anak, tetapi tidak sebaliknya Tarigan, 2016 82. M. Quraish Shihab mengomentari ayat di atas menyatakan, setelah ayat yang lalu melukiskan keadaan dan sifat dunia dengan segala gemerlapnya. Ayat ini menyebut dua dari hiasan dunia yang seringkali dibanggakan manusia dan mengantarnya lengah dan angkuh. Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia. Kesemuanya tidak abadi dan bisa memperdaya manusia, tetapi amal yang kekal karena dilakukan karena Allah Swt lagi saleh, yakni sesuai dengan tuntunan agama dan bermanfaat adalah lebih baik untuk kamu semua pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik dan lebih dapat diandalkan untuk menjadi harapan Shihab, 2002 70.Selanjutnya penggunaan terminologi Al-Baqiyat Al-Shalihat di ujung ayat tidak dimaksudkan untuk meremehkan anak dan harta. Penggunaan kata Al-Baqiyat yang bermakna kekal hanya ingin membuat perbandingan. Jika ingin meraih kebahagiaan dunia, harta dan anak-anak merupakan sebuah keniscayaan. Hanya saja jika yang ingin di peroleh adalah kebahagiaan yang hakiki, kebahagiaan bersama Allah Swt, pilihlah satu-satunya adalah amal saleh. Andaipun ia menggunakan hartanya sebagai media amal saleh itu bukan disebabkan oleh hartanya, melainkan oleh amalnya yang mensedekahkan atau menginfakkan hartanya. Kendati pun ia memiliki anak yang saleh, itu juga hasil dari amalnya dalam upaya membentuk anak-anak yang saleh Shihab, 2002 70.Dari ayat di atas dapat dipahami bahwa harta merupakan bagian penting dari kehidupan yang tidak dipisahkan dan selalu diupayakan oleh manusia dalam kehidupannya terutama di dalam Islam. Setiap manusia memerlukan adanya harta, ia adalah penopang bagi kehidupan di dunia. Selain itu ia juga menjadi penolong sekaligus beban bagi para pemiliknya di akhirat kelak. Tidak ada seorangpun yang tidak membutuhkan harta. Bahkan seseorang rela pergi pagi pulang petang hanya untuk mendapatkan harta. Tidak Volume 2, Nomor 2, Desember 2018Hara dalam Perspektif Alquran Stdi Tafsir Ayat-Ayat Ekonomi 143 jarang terjadi pertengkaran dan nyawa melayang hanya karena memperebutkan harta. Setiap orang pada dasarnya menyenagi harta sebagaimana disebutkan Alquran dalam surah Al-Fajr ayat 20ﺎَﲨ ﺎﺒُﺣ َلﺎَﻤْﻟا َنﻮﱡﺒُِﲢَوDan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan Al-Fajr [89] 20Karena cintanya yang berlebihan terhadap harta, maka banyak orang siap melakukan apa saja penipuan, penggelapan, pencurian, perjudian, penyuapan, perampokan, korupsi, dan lain-lain. Namun demikian, Alquran memberikan rambu-rambu tertentu untuk memperoleh satu yang perlu di catat, lewat ayat ini, Alquran tidak hanya menyatakan harta itu penting tetapi juga mengakui bahwa harta itu adalah zinah atau perhiasan. Karenanya setiap orang akan berjuang untuk mendapatkan harta tersebut, tentunya dengan cara-cara yang dibenarkan dalam pandangan Islam adalah sebagai wasilah atau sarana untuk mencapai kebaikan dan perhiasan hidup serta sendi kesejahteraan dan kemaslahatan hidup manusia. Harta menempati kedudukan yang sangat penting, Islam menempatkan harta sebagai salah satu dari lima kebutuhan pokok dalam kehidupan yang harus dipelihara Ad-Dharuriyah Al-Khamsah. Ad-dharuriyah Al-khamsah secara berurutan meliputi memelihara agama, jiwa, keturunan, akal dan harta Rozalinda, 2014 42.Meskipun harta menempati urutan kelima dari semua aspek Ad-Dharuriyah Al-Khamsah, ia sesuatu yang urgen dalam memelihara keempat aspek lainnya. Misalnya melaksanakan shalat sebagai bentuk perwujudan memelihara agama membutuhkan pakaian untuk menutup aurat. Makan dan minum dalam rangka memelihara jiwa dapat dipenuhi dengan harta. Memelihara keturunan dengan melaksanakan pernikahan itupun di capai dengan harta. Memelihara akal dengan cara menuntut ilmu adalah dengan harta. Jadi, harta merupakan sesuatu yang sangat vital dalam kehidupan manusia. Perintah Mencari HartaBekerja merupakan itrah dan sekaligus merupakan identitas manusia, sehingga bekerja yang didasarkan dan didorong oleh semangat iman, bukan saja menunjukkan kepribadian seorang muslim, tetapi sekaligus meninggikan martabat dirinya sebagai khalifah di bumi bekerja atau mencari harta terdapat di dalam Alquran diantaranya pada surah At-Taubah ayat 105َنﻮُﻨِﻣْﺆُﻤْﻟاَو ُﻪُﻟﻮ ُﺳَرَو ْﻢُﻜَﻠَﻤَﻋ ُﷲا ىَﺮَـﻴَﺴَﻓ اﻮُﻠَﻤْﻋا ِﻞُﻗَوﺎَِﲟ ْﻢُﻜُﺌﱢﺒَﻨُـﻴَـﻓ ِةَدﺎَﻬﱠﺸﻟاَو ِﺐْﻴَﻐْﻟا ِِﱂﺎَﻋ َﱃِإ َنوﱡدَﺮُـﺘَﺳَوَنﻮُﻠَﻤْﻌَـﺗ ْﻢُﺘْﻨُﻛDan Katakanlah Bekerjalah kamu, Maka Allah SWT dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada Allah SWT yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”. At-Taubah [9] 105Ayat di atas menginformasikan tentang arti penting penilaian Allah SWT, penilaian Rasul-Nya, dan penilaian orang-orang mukmin terhadap prestasi kerja seseorang. Semua prestasi itu pada Jurnal Imara144 Sariana Batbarasaatnya nanti di akhirat, akan diinformasikan dan diperlihatkan secara transparan apa adanya, baik yang tersembunyi maupun yang tampak. Singkatnya, setiap yang dikerjakan anak manusia, dipastikan akan diberitakan atau dilaporkan apa adanya. Adapun tafsir dari ayat di atas adalah “Dan katakanlah Muhammad kepada mereka orang yang pura-pura beriman padahal sesungguhnya tidak beriman bekerjalah kalian niscaya Allah SWT dan Rasul-Nya pasti akan melihat prestasi itu dalam bentuk kekayaan, kemampuan, kemuliaan, keleluasan keutamaan rezeki yang tiada tara. Demikian pula, Rasulullah dan orang-orang beriman lainnya, akan menyaksikan prestasi kerja kalian semua sehingga mereka akan memberikan hak-hak kalian di dunia ini, adapun di akhirat kelak itu hendaknya dikembalikan kepada dzat yang mengetahui hal-hal yang ghaib, yang maha mengetahui hal-hal yang bersifat rahasia dan samar sekalipun, serta dzat yang juga Maha mengetahui hal-hal yang tampak ada, dan Allah Swt pastikan akan memberikan balasan terhadap amal perbuatan kalian semua, baik yang berhubungan dengan prestasi kerja duniawi bermotikan ekonomi maupun yang berhubungan dengan nilai-nilai ukhrawi”Suma, 2013 61. Singkatnya jika kerjanya baik, maka akan mendapatkan imbalan yang baik yakni harta yang baik, dan sebaliknya, manakala perbuatan buruk, maka akan mendapat imbalan yang istinbat ayat di atas adalah1. Ayat ini pada dasarnya memerintahkan semua dan setiap orang untuk berusaha, termasuk usaha ekonomi yakni mencari harta yang halal sesuai dengan cara yang tidak bertentangan dengan Semua dan setiap usaha pasti akan diketahui Allah SWT, Rasulullah dan orang-orang beriman secara Semua dan setiap usaha dipastikan akan menuai balasan/hasil, dan yang berhak memberikan pembalasan atau imbalan itu adalah Allah Semua dan setiap perbuatan seseorang baik maupun buruk kelak di akhirat akan diperlihatkan apa adanya. Suma, 2013 61Selain ayat di atas perintah mencari harta juga terdapat dalam surah Al-Mulk ayat 15ِﰲ اﻮ ُﺸْﻣﺎَﻓ ﻻﻮُﻟَذ َضْرﻷا ُﻢُﻜَﻟ َﻞَﻌَﺟ يِﺬﱠﻟا َﻮُﻫُرﻮ ُﺸﱡﻨﻟا ِﻪْﻴَﻟِإَو ِﻪِﻗْزِر ْﻦِﻣ اﻮُﻠُﻛَو ﺎَﻬِﺒِﻛﺎَﻨَﻣDialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, Maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. dan hanya kepada-Nya-lah kamu kembali setelah dibangkitkan. Al-Mulk [67]15Menurut Quraish Shihab, paling tidak ada dua pesan moral 1 ayat ini menjelaskan bumi dimudahkan Allah Swt untuk dihuni manusia, antara lain dengan menciptakannya berbentuk bulat, akan tetapi meskipun demikian ke mana pun kakinya melangkah ia mendapatkan bumi terhampar. 2 di mana-mana ia dapat memperoleh sumber makanan atau rezeki. Kata zalulan terambil dari akar kata zalala yang berarti rendah/hina dalam bentuk zalulan berarti yang penurut, ditundukkan sehingga menjadi Allah Swt telah memerintahkan bumi agar tunduk sehingga mudah dikelola, diatur, dikuasai, dipelihara, dan dilestarikan, maka tidak ada alasan bagi manusia untuk berpangku tangan, Volume 2, Nomor 2, Desember 2018Hara dalam Perspektif Alquran Stdi Tafsir Ayat-Ayat Ekonomi 145 berdiam diri di rumah menunggu datangnya rezeki. Kemudian kata kunci selanjutnya, yaitu famsyu dan kullu. Lafadz kullu diletakkan setelah famsyu , hal ini menunjukkan karunia Allah Swt akan diperoleh jika telah berupaya mencari rezeki Shihab, 2002 356.Selain kedua ayat di atas, dalam Alquran terdapat beberapa ayat yang menganjurkan untuk berusaha dan bekerja sungguh-sungguh yaitu surah Al-Ankabut ayat 69, bekerjalah sesuai dengan potensi dan kemampuanmu masing-masing Az-Zumar ayat 39, apabila kalian telah menunaikan salat Jum’at, maka bertebaranlah di atas bumi ini mencari karunia Allah Swt Al-Jumu’ah ayat dalam Pandangan AlquranHarta pada hakikatnya adalah milik Allah Swt, sedangkan manusia hanya memegang amanah ataupun pinjaman dari-Nya. Allah Swt adalah pemilik harta karena dialah yang menciptakannya, Allah Swt pula yang menciptakan sumber-sumber produksi dan yang memudahkan sarana untuk mendapatkannya. Kemudian Allah Swt lah yang menciptakan manusia dan seluruh alam semesta hanya Allah Swt yang menciptakan segala sesuatu yang ada di alam semesta, semua yang ada di alam ini adalah milik Allah Swt. Firman Allah Swt dalam surat Al-A’raf ayat 128. ُﺔَﺒِﻗﺎَﻌْﻟاَو ِﻩِدﺎَﺒِﻋ ْﻦِﻣ ُءﺎَﺸَﻳ ْﻦَﻣ ﺎَﻬُـﺛِرﻮُﻳ ِﻪﱠﻠِﻟ َضْرﻷا ﱠنِإَﲔِﻘﱠﺘُﻤْﻠِﻟSesungguhnya bumi ini kepunyaan Allah Swt; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa. Al-A’raf [7]128Ayat ini menceritakan kisah Fir’aun yang merasa sangat berkuasa atas bumi ini, ayat ini merupakan nasihat Musa kepada kaumnya yang telah cemas, mereka mesti memperkuat benteng iman mereka kepada Allah Swt, memperteguh kepercayaan. Meskipun Fir’aun telah mengatakan bahwa ia sangat berkuasa melakukan apa yang dia ingini terhadap Bani Isra’il, namun yang mempunyai bumi ini yang sebenarnya bukanlah Fir’aun, tetapi Allah Swt. Di atas kekuasaan Fir’aun ada kekuasaan Allah Swt dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa Hamka, 1985 40. Kesimpulan yang disampaikan oleh ayat ini adalah bahwa Fir’aun berkuasa atas izin Allah Swt juga. Yang memberikan kekuasaan itu mampu untuk mencabutnya. Karena itu, jika manusia berupaya sambil meminta pertolongan Allah Swt dan tabah mengahadapi segala tantangan dan rintangan, niscaya akan dianugerahi kekuasaan. Allah Swt menciptakan bumi dengan segala isinya, kemudian Allah Swt ciptakan manusia. Setelah Allah Swt menciptakan hamparan bumi dan segala isinya, Allah Swt mengajak kepada umat manusia untuk mengambil bagian mereka. Setiap manusia yang hidup di atas bumi, mempunyai hak yang tidak bisa diganggu dan dihalangi oleh orang lain, hak itu mencukupi segala kebutuhan pokok hidupnya Al-Misri, 2006 27.Pemberdayaan manusia atas segala fasilitas kehidupan, bukan berarti dapat menaikan kepemilikan Allah Swt yang hakiki atau aset-aset tersebut. Dan juga tidak bisa dipahami bahwa Jurnal Imara146 Sariana Batbarakepemilikan atas harta benda berpindah dari Allah Swt menjadi milik manusia. Kepemilikan manusia hanyalah kepemilikan untuk menikmati memberdayakan harta kekayaan yang ada, bukan sebagai pemilik yang hakiki. Manusia hanya bisa memiliki kemanfaatan dan fasilitas yang ada. Seperti mempunyai tanah untuk dimanfaatkan sebagai tempat tinggal, sebagai lahan pertanian, ataupun sebagai ladang bisnis. Kepemilikan yang ada hanya sebatas mengambil manfaat dan tidak bisa menghilangkan kepemilikan Allah Swt yang demikian pemilik mutlak harta atau segala sesuatu yang ada di muka bumi ini adalah Allah Swt, kepemilikan manusia adalah hanya relatif, sebatas untuk menjalankan amanah mengelola dan memanfaatkan sesuai dengan Cara Perolehan dan Pendistribusian Harta dalam AlquranTata Cara Perolehan HartaDi antara itrah manusia adalah dia akan selalu terdorong untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Karena itulah, diantara itrah manusia adalah dia akan selalu berusaha memperoleh kekayaan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya serta selalu berupaya untuk meraih kekayaan tersebut. Karena itu setiap upaya melarang untuk manusia memperoleh kekayaan tersebut tentu bertentangan dengan itrah. Setiap upaya untuk membatasi manusia memperoleh kekayan dengan takaran tertentu juga bertentangan dengan itrah. Karena itu pula wajar dan alami jika manusia tidak dihalang-halangi untuk mengumpulkan kekayaan dan untuk berusaha memperoleh kekayaan tersebut An-Nabhani, 2009 64.Hanya saja, manusia tidak boleh dibiarkan untuk memperoleh kekayaan, mengusahakannya dan mengelolanya dengan cara sesukanya. Cara-cara semacam ini bisa menimbulkan gejolak dan kekacauan serta mengakibatkan keburukan dan kerusakan. Cara perolehan harta dapat dilakukan dengan berbagai macam, antara lain melalui usaha a’mal atau mata pencaharian ma’isyah yang halal seuai dengan aturan Allah Swt. Firman Allah Swt dalam surah Al-Jum’ah 9-10ِمْﻮَـﻳ ْﻦِﻣ ِةﻼ ﱠﺼﻠِﻟ َيِدﻮُﻧ اَذِإ اﻮُﻨَﻣآ َﻦﻳِﺬﱠﻟا ﺎَﻬﱡـﻳَأ ﺎَﻳْﻢُﻜِﻟَذ َﻊْﻴَـﺒْﻟا اوُرَذَو ِﻪﱠﻠﻟا ِﺮْﻛِذ َﱃِإ اْﻮَﻌْﺳﺎَﻓ ِﺔَﻌُﻤُْﳉاِﺖَﻴِﻀُﻗ اَذِﺈَﻓ٩ َنﻮُﻤَﻠْﻌَـﺗ ْﻢُﺘْﻨُﻛ ْنِإ ْﻢُﻜَﻟ ٌﺮْـﻴَﺧِﻪﱠﻠﻟا ِﻞْﻀَﻓ ْﻦِﻣ اﻮُﻐَـﺘْـﺑاَو ِضْرﻷا ِﰲ اوُﺮِﺸَﺘْـﻧﺎَﻓ ُةﻼ ﱠﺼﻟا١٠ َنﻮ ُﺤِﻠْﻔُـﺗ ْﻢُﻜﱠﻠَﻌَﻟ اًﲑِﺜَﻛ َﻪﱠﻠﻟا اوُﺮُﻛْذاَوHai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum›at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah Swt dan tinggalkanlah jual beli. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. 10. Apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah Swt dan ingatlah Allah Swt banyak-banyak supaya kamu beruntung Al-Jum’ah [62] 9-10Adapun tafsir ayat di atas adalahِمْﻮَـﻳ ْﻦِﻣ ِةﻼ ﱠﺼﻠِﻟ َيِدﻮُﻧ اَذِإ اﻮُﻨَﻣآ َﻦﻳِﺬﱠﻟا ﺎَﻬﱡـﻳَأ ﺎَﻳَﻊْﻴَـﺒْﻟا اوُرَذَو ِﻪﱠﻠﻟا ِﺮْﻛِذ َﱃِإ اْﻮَﻌْﺳﺎَﻓ ِﺔَﻌُﻤُْﳉاOrang-orang yang beriman dianjurkan supaya segera menunaikan shalat jumat ketika Volume 2, Nomor 2, Desember 2018Hara dalam Perspektif Alquran Stdi Tafsir Ayat-Ayat Ekonomi 147 azan jumat dikumandangkan. Penggunaaan kata Al-ba’i dalam ayat ini, dengan maksud meliputi semua kegiatan muamalah tidak hanya berniaga dalam arti sempit. Meninggalkan aktivitas bisnis dan kegiatan duniawi lainnya untuk sementara waktu demi menunaikan shalat ْﻢُﺘْﻨُﻛ ْنِإ ْﻢُﻜَﻟ ٌﺮْـﻴَﺧ ْﻢُﻜِﻟَذHal itu jauh lebih baik bagi kamu jika kamu benar-benar orang yang mengetahui, menghayati, dan menjiawi pensyariatan shalat jumat. Kata lebih baik disini, hampir dapat dipastikan tidak sebatas dari sudut pandang peribadatan sema-mata. Akan tetapi juga dipandang dari sisi lainnya, termasuk dari segi keberkahan perekonomian dan keuangan yang tidak akan pernah ِضْرﻷا ِﰲ اوُﺮِﺸَﺘْـﻧﺎَﻓ ُةﻼ ﱠﺼﻟا ِﺖَﻴِﻀُﻗ اَذِﺈَﻓِﻪﱠﻠﻟا ِﻞْﻀَﻓ ْﻦِﻣManakala sudah mengahadiri panggilan azan jumat dan selesai menunaikan shalatnya maka silahkan bertembaran kembali di muka bumi untuk berdagang atau melakukan aktiitas lain yang membawa maslahat bagi kehidupanmu, dan silahkan mencari pemberian Allah Swt dan nikmatnya, mengingat pemberi rejeki yang sesungguhnya adalah Allah ُﺤِﻠْﻔُـﺗ ْﻢُﻜﱠﻠَﻌَﻟ اًﲑِﺜَﻛ َﻪﱠﻠﻟا اوُﺮُﻛْذاَوDisaat- saat berdagang atau berbisnis sebaiknya tetap berzikir kepada Allah Swt dengan zikir yang sangat banyak. Intinya, jangan sampai urusan duniawi termasuk bisnis dan semua aktiitas yang bermotikan ekonomi, itu menyebabkan manusia lupa diri dari hal-hal yang memberikan manfaat buat kehidupan di akhirat kelak Suma, 2013 72.Di dalam Alquran juga terdapat ayat-ayat tentang larangan meperoleh harta dengan cara yang batil, zalim dan haram. Di ataranya larangan mencari harta dengan cara yang bathil QS. An-Nisa 29, larangan memperoleh harta dengan cara riba QS. Al-Baqarah 275, larangan berjudi QS. Al-Baqarah 219, larangan mencuri, merampok QS. Al-Maidah 38, larangan curang dalam takaran atau timbangan Al-Muthafiin 1-6, larangan jual beli barang haram Al-Ma’idah 91-91, dan larangan risywah/suap menyuap Al-Baqarah 188.Pendistribusian Harta dalam AlquranKeadilan dan kesejahteraan masyarakat tergantung pada sistem ekonomi yang dianut. Pembahasan mengenai pengertian distribusi pendapatan, tidak terlepas dari pembahasan mengenai konsep moral ekonomi yang dianut juga model instrumen yang diterapkan individu maupun negara dalam menentukan sumber-sumber maupun cara-cara pendistribusian karakteristik pendistribusian adalah adil dan jujur, karena dalam Islam sekecil apapun perbuatan yang kita lakukan, semua akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Pelaksanaan distribusi bertujuan untuk saling memberi manfaat dan menguntungkan satu sama lain. Secara umum, Islam mengarahkan mekanisme muamalah antara produsen dan konsumen agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Apabila terjadi ketidakseimbangan distribusi kekayaan, maka hal ini akan memicu timbulnya konlik individu maupun sosial. Jurnal Imara148 Sariana BatbaraOleh karena itu, salah satu upaya untuk mengakhiri kesengsaraan dimuka bumi ini adalah dengan menerapkan keadilan ekonomi. Kebahagiaan akan mudah dicapai dengan penerapan perekonomian yang mendahulukan kepentingan bersama daripada kepentingan individu. Islam menegaskan untuk para penguasa, agar meminimalkan kesenjangan dan ketidakseimbangan ayat Alquran tentang pendistribusian harta diantaranya, Allah Swt berirman dalam surat Al-Hadid ayat 7َﲔِﻔَﻠْﺨَﺘْﺴُﻣ ْﻢُﻜَﻠَﻌَﺟ ﺎﱠِﳑ اﻮُﻘِﻔْﻧَأَو ِﻪِﻟﻮ ُﺳَرَو ِﻪﱠﻠﻟﺎِﺑ اﻮُﻨِﻣآ٧ ٌﲑِﺒَﻛ ٌﺮْﺟَأ ْﻢَُﳍ اﻮُﻘَﻔْـﻧَأَو ْﻢُﻜْﻨِﻣ اﻮُﻨَﻣآ َﻦﻳِﺬﱠﻟﺎَﻓ ِﻪﻴِﻓBerimanlah kamu kepada Allah Swt dan rasul-Nya dan nakahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah Swt Telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menakahkan sebagian dari hartanya memperoleh pahala yang besar. Al-Hadid [57]7Yang dimaksud dengan menguasai di sini ialah penguasaan yang bukan secara mutlak. Hak milik pada hakikatnya adalah pada Allah Swt. Manusia menakahkan hartanya itu haruslah menurut hukum-hukum yang Telah disyariatkan Allah Swt. Karena itu tidaklah boleh kikir dan dalam Kitab Tafsir Al-Maraghi dijelaskan penafsiran ayat tersebut di atas, yakni1. ﻪﻟﻮﺳر و ﷲاﺎﺑ اﻮﻨﻣاء, akuilah oleh kalian ke-Esaan Allah Swt, dan benarkanlah Rasul-Nya tentang apa yang dia datangkan dari Tuhan kamu. 2. ﻪﻴﻓ ﲔﻔﻠﺨﺘﺴﻣ ﻢﻜﻠﻌﺟ ﺎﳑ اﻮﻘﻔﻧأو, dan belanjakanlah harta yang ada padamu, yang sebenarnya merupakan pinjaman itu, karena harta tersebut pernah pula berada pada tangan umat sebelum kamu, kemudian beralih kepadamu. Dan gunakanlah harta itu dalam ketaatan kepada Allah Swt, kalau tidak maka Allah Swt akan menghisab kamu atas harta tersebut dengan hisab yang berat. Alangkah baiknya perkataan ﻊﺋادو ﻻإ نﻮﻠﻫﻷاو لﺎﳌا ﺎﻣوﻊﺋادﻮﻟا دﺮﺗ نأ ﺎﻣﻮﻳ ﺪﺑ ﻻوHarta dan keluarga, tak lain hanyalah titipan belaka, pada suatu hari titipan-titipan itu pasti ﲑﺒﻛ ﺮﺟأ ﻢﳍ اﻮﻘﻔﻧاو ﻢﻜﻨﻣ اﻮﻨﻣأ ﻦﻳﺬﻟﺎﻓ , maka orang-orang yang beriman kepada Allah Swt dan membenarkan Rasul-Nya diantara kamu, disamping membelanjakan di jalan Allah Swt harta yang Allah Swt pindahkan kepada mereka dari generasi sebelumnya, mereka akan mendapatkan pahala yang besar disisi Tuhan mereka. Disana mereka akan melihat kemuliaan dan pahala yang tidak pernah dilihat oleh mata, tak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia seseorang pun Al-Maraghi, 1989 287-288. Dari ayat di atas terdapat 3 hal yang patut kita ketahui, pertama, segala sesuatu yang ada di jagat raya ini termasuk apa yang ada di dalamnya, mutlak dan murni milik Allah Swt. Kedua, manusia hanya diberi amanat dan kekuasaan sebagai wakil untuk mendistribusikan kepada yang berhak. Ketiga, seyogyanya pemilik harta itu tidak boleh bakhil terhadap hartanya, karena Volume 2, Nomor 2, Desember 2018Hara dalam Perspektif Alquran Stdi Tafsir Ayat-Ayat Ekonomi 149 harta itu merupakan titipan dan amanah dari Maha Pemilik harta menakahkan harta di jalan Allah Swt meliputi belanja untuk kepentingan jihad, pembangunan perguruan, rumah sakit, usaha penyelidikan ilmiah dan lain-lain. Firman Allah Swt dalam surah Al-Baqarah ayat 195َﱃِإ ْﻢُﻜﻳِﺪْﻳَﺄِﺑ اﻮُﻘْﻠُـﺗ ﻻَو ِﻪﱠﻠﻟا ِﻞﻴِﺒَﺳ ِﰲ اﻮُﻘِﻔْﻧَأَوَﲔِﻨِﺴْﺤُﻤْﻟا ﱡﺐُِﳛ َﻪﱠﻠﻟا ﱠنِإ اﻮُﻨِﺴْﺣَأَو ِﺔَﻜُﻠْﻬﱠـﺘﻟاDan belanjakanlah harta bendamu di jalan Allah Swt, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena Sesungguhnya Allah Swt menyukai orang-orang yang berbuat baik. Al-Baqarah [2] 195Dalam Tafsir Jalalain disebutkan riwayat dari Abu Daud dan Thirmidzi yang dinyatakan sah riwayatnya oleh Ibnu Hibban, Hakim dan lain-lain, dari Abu Ayyub Al-Anshary, katanya “Ayat ini diturunkan kepada kita dari golongan Anshar, yaitu tatkala Allah Swt menjadikan Islam sebagai agama yang jaya hingga para penyokongnya tidak sedikit jumlahnya, berkatalah sebagian kita pada yang lain secara rahasia bahwa harta benda kita telah habis dan Allah Swt telah mengangkat agama kita menjadi jaya, maka sekiranya kita mempertahankan harta benda itu, lalu menggantinya mana yang telah habis. Maka turunlah ayat menolak pendapat dan rencana ini “Dan belanjakanlah harta bendamu di jalan Allah Swt, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” Sampai akhir ayat. Ibnu Abbas menafsirkan ayat ini dengan menyatakan Infakkanlah harta-hartamu dijalan Allah Swt yaitu jalan ketaatan padaNya, dan janganlah kalian menahan tangan-tangan kalian untuk memberikan infak di jalan Allah Swt yang berakibat kalian akan celaka”.Kata ﷲا ﻞﻴﺒﺳ ﰲ اﻮﻘﻔﻧأو adalah hendaklah kalian berinfak di jalan Allah Swt dengan harta-harta kalian. Karena salah satu fungsi dari harta adalah untuk meninggikan syariat-Nya, yaitu dengan cara menginfakkan di jalan-Nya Jalalain, 1996 126.Dari ayat di atas dapat disimpulkan bahwa di dalam harta yang kita miliki terdapat hak orang lain yang harus disalurkan melalui menginfakkan dari uraian pembahasan di atas dapat di ambil kesimpulan, yaitu1. Harta adalah benda yang dapat dimiliki, dikuasai, diusahakan, dan dialihkan, baik benda berwujud maupun tidak berwujud, baik benda terdaftar maupun tidak terdaftar, baik benda bergerak maupun tidak bergerak dan hak yang mempunyai nilai Harta memiliki kedudukan yang sangat penting di dalam Alquran, terbukti kata mal dalam Alquran disebut sebanyak 86 kali pada 79 ayat dalam 38 surah. Satu jumlah yang cukup banyak menghiasi sepertiga surah-surah Alquran. Diantaranya pada surah Al-Kahi ayat 46 dan Al-Fajr ayat 203. Perintah bekerja atau mencari harta terdapat di dalam Alquran diantaranya pada surah At-taubah ayat 105, Al-Mulk ayat 15, Al-Ankabut ayat 69, bekerjalah sesuai dengan potensi dan kemampuanmu masing-masing Az-Zumar ayat 39, apabila kalian telah menunaikan Jurnal Imara150 Sariana Batbarasalat Jum’at, maka bertebaranlah di atas bumi ini mencari karunia Allah Swt Al-Jumu’ah ayat Pemilik mutlak harta atau segala sesuatu yang ada di muka bumi ini adalah Allah Swt, kepemilikan manusia adalah hanya relatif, sebatas untuk menjalankan amanah mengelola dan memanfaatkan sesuai dengan Cara perolehan harta dapat dilakukan dengan berbagai macam, antara lain melalui usaha a’mal atau mata pencaharian ma’isyah yang halal seuai dengan aturan Allah SWT. Sebagaimana dalam surah Al-Jum’ah 9-10 dan beberapa ayat Alquran tentang larangan memperoleh harta dengan cara yang haram, zalim dan bathil. Karakteristik pendistribusian adalah adil dan jujur, karena dalam Islam sekecil apapun perbuatan yang kita lakukan, semua akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Pelaksanaan distribusi bertujuan untuk saling memberi manfaat dan menguntungkan satu sama lain. Beberapa ayat Alquran tentang pendistribusian harta kekayaan diataranya QS. Al-Baqarah 267, Al-Munaiqun 10, QS. Al-Baqarah 254, QS. Al-Baqarah 262, QS. Al-Baqarah 264, QS. At-Taubah 103, QS. Adz-Dzaariyat 19, QS. Al-Ma’arij 24-25, QS. An-Nur KEPUSTAKAANAkmal Tarigan, Azhari, 2016. Tafsir Ayat-Ayat Ekonomi,Medan Febi UIN-SU Press. Amin Suma, Muhammad, 2013. Tafsir Ayat Ekonomi, Jakarta 2009. Taqiyuddin, Sistem Ekonomi Islam, Bogor Al-Azhar Press .Hamka, 1985. Tafsir Al-Azhar Juz IX, Jakarta Jakarta Pustaka Jalalain, 1996. Tafsir Jalalain Jilid I, Bandung Sinar Baru Algesindo. Mardani, 2013. Fiqh Ekonomi Syariah,Jakarta Al-Maraghi, Ahmad, 1989. Tafsir Al-Maraghi Juz 27, diterjemahkan oleh Bahrun Abu Bakar. Semarang Toha 2014. Ekonomi Islam Teori dan Aplikasinya Pada Aktivitas Ekonomi, Jakarta PT. Raja Grapindo Persada Sami’ Al-Misri, Abdul, 2006. Pilar-Pilar Ekonomi Islam, diterjemahkan oleh Dinyauddin Djuwaini, Jakarta Pustaka Pelajar Shihab, M. Quraish, 2002. Tafsir Al-Misbah Volume VIII, Jakarta Lentera HatiWarson, Ahmad, 1984. Al-Munawwir Kamus Arab-Indonesia. Surabaya Pustaka Progressif. Widya Ratna SariAhmad SyakurAdapun tujuan dari penelitian ini untuk melihat pembangunan produktivitas kerja di Indonesia melalui agile organization perspektif al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan library research karena sumber datanya dari berbagai literatur seperti al-Qur’an, tafsir al-Qur’an, jurnal-jurnal, dan buku mengenai produktivitas kerja yang dihubungkan dengan sistem kerja kontemporer agile organization dan dikaji menurut perspektif al-Qur’an. Hasil pembahasan bahwa Angka produktivitas di Indonesia masih tergolong rendah, dilihat dari jumlah peningkatan jumlah penduduk bekerja dan penurunan angka pengangguran sejauh ini belum bisa mengcover penurunan angka kemiskinan. Peningkatan garis kemiskinan tersebut berarti menunjukkan nilai tekun atau jiwa produktivitas kerja Indonesia masih belum tinggi. Sementara ajaran Islam sangat komprehensif dalam mengatur aktivitas umatnya. Di samping memberikan kebebasan dalam melakukan suatu aktivitas juga memberikan batasan dalam pelaksanaannya. Sehingga dengan ada keduanya tercipta suatu keseimbangan. Sistem agile organization pada dasarnya sudah selaras dengan ajaran Islam al-Qur’an yakni jalinan kerjasama atau ta’awun yang sejatinya sudah ada sejak TariganAkmal Tarigan, Azhari, 2016. Tafsir Ayat-Ayat Ekonomi,Medan Febi UIN-SU SumaAmin Suma, Muhammad, 2013. Tafsir Ayat Ekonomi, Jakarta 1985. Tafsir Al-Azhar Juz IX, Jakarta Jakarta Pustaka ImamImam, Jalalain, 1996. Tafsir Jalalain Jilid I, Bandung Sinar Baru 2013. Fiqh Ekonomi Syariah,Jakarta Islam Teori dan Aplikasinya Pada Aktivitas Ekonomi, Jakarta PT. Raja Grapindo PersadaRozalindaRozalinda, 2014. Ekonomi Islam Teori dan Aplikasinya Pada Aktivitas Ekonomi, Jakarta PT. Raja Grapindo PersadaM ShihabQuraishShihab, M. Quraish, 2002. Tafsir Al-Misbah Volume VIII, Jakarta Lentera HatiAl-Munawwir Kamus Arab-IndonesiaAhmad WarsonWarson, Ahmad, 1984. Al-Munawwir Kamus Arab-Indonesia. Surabaya Pustaka Progressif.
Salahsatu perintah Allah SWT kepada hamba-Nya adalah berqurban. Perintah ini tertuang dalam sejumlah ayat Al-Qur'an dan hadits Rasulullah SAW. Ibadah qurban dilaksanakan setiap tanggal 10 Zulhijah atau Hari Raya Idul Adha. Qurban berasal dari bahasa Arab Udh-hiyah yang artinya hewan ternak yang disembelih pada hari Idul Adha dan hari Tasyriq
Di dalam Al-Quran, Allah menyebut kata dinar dan dirham berfungsi sebagai mata uang yang dipakai manusia. Tetapi Al-Quran tidak langsung memerintahkan penggunaan dinar dan dirham sebagai mata uang, begitu juga sebagai keputusan final mata uang yang harus digunakan umat Islam untuk menjalankan tiap roda transaksi dan aktivitas ekonomi yang peredaksian kata-kata dinar dan dirham dalam tulisan ini menunjukkan pengakuan Allah atas keunggulan dinar dan dirham. Kata dinar dan dirham, terdapat dalam ayat-ayat berikutQS. Ali Imran ayat 75وَمِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ مَنْ اِنْ تَأْمَنْهُ بِقِنْطَارٍ يُّؤَدِّهٖٓ اِلَيْكَۚ وَمِنْهُمْ مَّنْ اِنْ تَأْمَنْهُ بِدِيْنَارٍ لَّا يُؤَدِّهٖٓ اِلَيْكَ اِلَّا مَا دُمْتَ عَلَيْهِ قَاۤىِٕمًا ۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَالُوْا لَيْسَ عَلَيْنَا فِى الْاُمِّيّٖنَ سَبِيْلٌۚ وَيَقُوْلُوْنَ عَلَى اللّٰهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُوْنَArtinya“Dan di antara Ahli Kitab ada yang jika engkau percayakan kepadanya harta yang banyak, niscaya dia mengembalikannya kepadamu. Tetapi ada pula di antara mereka yang jika engkau percayakan kepadanya satu dinar, dia tidak mengembalikannya kepadamu, kecuali jika engkau selalu menagihnya. Yang demikian itu disebabkan mereka berkata, “Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang buta huruf.” Mereka mengatakan hal yang dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui”Dalam ayat ini menunjukkan bahwa dinar dipakai sebagai alat sah transaksi. Selain itu, ayat ini juga mengajarkan betapa pentingnya sebuah kepercayaan, apalagi dalam hal yang berhubungan dengan kegiatan Yusuf ayat 20وَشَرَوْهُ بِثَمَنٍ بَخْسٍ دَرَاهِمَ مَعْدُودَةٍ وَكَانُوا فِيهِ مِنَ الزَّاهِدِينَArtinya“Dan mereka menjual Yusuf dengan harga yang murah, yaitu beberapa dirham saja, dan mereka merasa tidak tertarik hatinya kepada Yusuf”Masih sama dengan penjelasan di atas, yang menunjukkan bahwa dirham juga menjadi alat transaksi, mata uang tersebut juga memiliki nilai sebagaimana mata uang kertas zaman At Taubah ayat 34يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ كَثِيرًا مِنَ الْأَحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۗ وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi manusia dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, bahwa mereka akan mendapat siksa yang pedih”Dalam ayat ini tidak menggunakan kata dinar dan dirham tetapi dengan emas dzahab dan perak fidzah. Menurut sebagian ulama tafsir berpendapat yang dimaksud dalam kata itu adalah mata uang, tetapi ada sebagian yang berpendapat bahwa itu adalah perhiasan, barang pecah belah atau benda-benda selain mata tiga ayat di atas, tidak menunjukkan perintah penggunaan dinar dan dirham sebagai mata uang, karena bentuk kalimatnya adalah berita bukan saja kalimatnya berbentuk perintah, maka umat muslim sampai sekarang harus menggunakan dinar dan dirmah sebagai alat tukar. Maka dari itu, para ulama memperbolehkan mata uang selain dinar dan dirham seperti rupiah, dolar, yen dan ayat di atas juga menunjukkan bahwa fungsi dari dinar dan dirham adalah pertama, sebagai benda yang memiliki nilai tinggi, sehingga pantas dikapai sebagai alat tukar. Kedua, sebagai alat tukar atau sebagai mata uang yang mengesahkan kegiatan ekonomi. Ketiga, sebagai pengukur nilai dari suatu benda.
Berikutkumpulan 15 Ayat Al Quran tentang Kematian beserta arti dan tafsir: 1. Tiap Jiwa Akan Mati. Artinya: Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. (QS.
Hasil pencarian tentang Ayat+tentang+pasar+dan+uang Dan mereka berkata "Mengapa rasul itu memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Dan mereka berkata, "Mengapa Rasul ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan...di pasar-pasar....Dan kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. Maukah kamu bersabar?...; dan adalah Tuhanmu maha Melihat. Dan adalah di kota itu yakni kota kaum Tsamud itu sembilan orang laki-laki dari kalangan kaum laki-laki...kerusakan di muka bumi dengan melakukan perbuatan-perbuatan maksiat antara lain mereka merentenkan uang-uang...Dirham dan mereka tidak berbuat kebaikan tidak pernah melakukan ketaatan. Dan apabila dia mengetahui barang sedikit tentang ayat-ayat Kami, maka ayat-ayat itu dijadikan olok-olok ungkapan ini menggambarkan tentang kengeriannya; ayat yang pertama dan ayat yang kedua merupakan Mubtada...dan Khabarnya. yang membedakan orang yang mengaku dirinya sebagai rasul, padahal dia memakan makanan seperti kita dan...berjalan di pasar-pasar untuk mencari penghidupan seperti yang dilakukan manusia lainnya?...Dan tentunya juga dia meminta kepada Tuhannya agar menurunkan seorang malaikat yang akan membantunya...memberi peringatan dan bermenyampaikan risalah. Lalu mereka tidak kuasa membuat suatu wasiat pun tidak dapat berwasiat dan tidak pula dapat kembali...kepada keluarganya dari pasar dan dari tempat-tempat kesibukan mereka, semuanya mati di tempatnya masing-masing Demikianlah penjelasan dan perincian Kami tentang keadaan mereka....Neraka jahanam adalah balasan bagi mereka karena mereka telah mengingkari dan mengolok-olok ayat-ayat...dan para rasul Allah. mengambil janji yang dikukuhkan dari Ahl al-Kitâb agar mereka menjelaskan makna yang terkandung di dalamnya dan...tidak menyembunyikan satu ayat pun kepada orang lain....Padahal dunia, bagaimanapun menyenangkannya, tidak lebih dari sekadar perhiasan mata uang yang tak berharga...dibandingkan hidayah dan petunjuk. Dan apabila dia mengetahui tentang ayat-ayat Kami yakni Alquran barang sedikit, maka ayat-ayat itu...Merekalah orang-orang yang banyak mendustakan ayat-ayat Kami itu yang memperoleh azab yang menghinakan Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kalian mengenai perintah dan larangan....Dan Allah Maha Mengetahui tentang apa yang Dia perintahkan dan apa yang Dia larang lagi Maha Bijaksana Jika orang yang menyombongkan diri itu mengetahui sedikit tentang ayat Allah, seluruh ayat-ayat Allah...dijadikannya sebagai bahan olokan dan hinaan. Dan tahukah kamu apakah hari keputusan itu?...ayat ini menggambarkan tentang kengerian yang terdapat di dalam hari tersebut. Dan orang-orang yang paling dahulu dalam kebaikan, mereka adalah para nabi; ayat ini berkedudukan menjadi...Mubtada yaitu orang-orang yang paling dahulu lafal ayat ini mengukuhkan makna ayat pertama, dimaksud...sebagai ungkapan tentang keagungan kedudukan mereka. semuanya turun pada periode Mekah, kecuali dua belas ayat, yaitu ayat 26, 32, 33, 57, dan delapan ayat...Dilanjutkan dengan penjelasan-Nya tentang asal penciptaan manusia dan setan dan ancaman-Nya terhadap...Dalam ayat selanjutnya, Allah mengisyaratkan tentang kedudukan al-Qur'ân, kemudian membicarakan tentang...ayat-ayat seperti al-Qur'ân dan bagaimana manusia menyikapinya, tentang kekuasaan Allah untuk mendatangkan...ayat-ayat lainnya, tentang kedudukan al-Qur'ân yang mencakup kebenaran dan tentang keadaan orang-orang Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami pengetahuan...tentang isi Al Kitab, kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan Dan matahari berjalan ayat ini dan seterusnya merupakan bagian daripada ayat Wa-aayatul Lahum, atau...merupakan ayat yang menyendiri, yakni tidak terikat oleh ayat sebelumnya demikian pula ayat Wal Qamara..., pada ayat selanjutnya di tempat peredarannya tidak akan menyimpang dari garis edarnya....beredarnya matahari itu ketetapan Yang Maha Perkasa di dalam kerajaan-Nya lagi Maha Mengetahui tentang diterangkan dijelaskan kepadamu, niscaya menyusahkan kamu karena di dalamnya mengandung kemudaratan dan... apabila kamu bertanya tentang macam-macam masalah sewaktu Nabi saw. masih ada niscaya akan turun ayat-ayat...Alquran yang menjelaskannya dan jika ayat-ayat Alquran telah turun niscaya isinya akan menjelek-jelekkan...kamu sendiri oleh karena janganlah kamu banyak bertanya tentang hal-hal itu; sesungguhnya Allah telah...memaafkan kamu tentang hal-hal itu sebelum kamu meminta maaf kepada-Nya, maka dari itu janganlah kamu Mereka menanyakan kepadamu tentang minuman keras dan berjudi apakah hukumnya?...menimbulkan rasa kenikmatan dan kegembiraan, dan dengan berjudi akan mendapatkan uang dengan tanpa susah...Ketika ayat ini diturunkan, sebagian sahabat masih suka meminum minuman keras, sedangkan yang lainnya...sudah meninggalkannya hingga akhirnya diharamkan oleh sebuah ayat dalam surat Al-Maidah....artinya sebagaimana dijelaskan-Nya kepadamu apa yang telah disebutkan itu dijelaskan-Nya pula bagimu ayat-ayat Dan jika kamu tanyakan kepada mereka tentang apa yang mereka lakukan itu, tentulah mereka akan manjawab..., "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja"....Katakanlah "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?" ini berisikan, antara lain, pembicaraan tentang turunnya al-Qur'ân dan misi Rasulullah saw., penciptaan..., sikap orang-orang Mukmin ketika diingatkan dengan ayat-ayat dan penjelasan tentang balasan untuk orang-orang...Setelah itu dibicarakan tentang diturunkannya Tawrât kepada Mûsâ dan perlakuan Allah terhadap Banû Isrâ'îl...Di antara tujuan terpenting yang terkandung dalam surat ini adalah pengarahan pandangan kepada ayat-ayat...tentang alam semesta, pembicaraan tentang kebangkitan dan bantahan terhadap orang-orang yang mengingkarinya Dan ceritakanlah kepada mereka tentang Ibrahim di dalam Al-Kitab ini Alquran, yaitu tentang kisahnya...membenarkan seorang yang sangat jujur dalam keimanannya lagi seorang nabi hal ini dijelaskan dalam ayat Kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka mengetahui ayat ini merupakan pengukuh dari ayat sebelumnya...; dan pada ayat ini dipakai kata Tsumma untuk memberikan pengertian, bahwa ancaman yang kedua lebih keras...dan lebih berat daripada ancaman yang dikandung pada ayat sebelumnya....Selanjutnya Allah swt. memberikan isyarat yang menunjukkan tentang kekuasaan-Nya untuk membangkitkan Kalaulah orang-orang musyrik itu mencelamu karena kamu memakan makanan dan berjalan di pasar untuk bekerja...dan mencari penghasilan, maka itu sebenarnya adalah ketentuan Allah yang berlaku pada rasul-rasul sebelum...Setiap orang yang Kami utus dari mereka selalu memakan makanan dan pulang pergi ke dan dari pasar....Maka apakah kalian akan bersabar mempertahankan kebenaran kalian, wahai orang-orang Mukmin, dan tetap...Allah Maha Mengetahui segala sesuatu dan akan membalas kalian semua sesuai dengan perbuatannya. Ayat berikut ini turun tentang orang-orang Yahudi, Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan kepada...manusia apa-apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan dan petunjuk seperti ayat rajam dan tentang...dalam Alkitab yakni Taurat mereka itu dikutuk oleh Allah maksudnya disingkirkan-Nya dari rahmat-Nya dan Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang kafir. ayat ini mengungkapkan tentang kedudukan hari pembalasan yang agung itu. Apakah kalian hai orang-orang yang ingkar terhadap adanya hari berbangkit; lafal ayat ini dapat dibaca...Tahqiq dan Tas-hil yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit?...Allah telah membinanya lafal ayat ini menjelaskan tentang cara penciptaan langit. wahai Rasul, bahwa apabila engkau tanya orang-orang munafik itu-setelah rahasia mereka terbongkar-tentang...alasan hujatan mereka terhadap agama dan ejekan mereka kepada Allah dan ayat- ayat-Nya, mereka akan...beralasan meminta maaf dengan berkata, "Kami hanya bercanda dan bersenda gurau."...Katakan kepada mereka, "Apakah kalian bercanda dan bersenda gurau dengan mengolok-olok Allah, ayat-Nya...dan Rasul-Nya?"
AjianMacan Putih adalah ilmu supranatural kuno dan legendaris peninggalan Prabu Siliwangi Doa amalan pengasihan aura Nabi Yusuf ayat 31 Amalan ini merupakan suatu ilmu doa yang diambil dari ayat AlQuran yaitu pada surat yusuf ayat 31 Ya tau lahh kaya yang sekarang lagi heboh di tipi tipi, yang disram itu lhoo, nah, sekiranya agan ada yang tau
6 Ayat Al-Quran Tentang Hutang – Di antara muamalah yang sering terjadi di antara sesama manusia adalah hutang-berhutang. Penjelasan hutang sangatlah panjang dan itu sudah dibahas oleh para ulama kita. Akan tetapi intinya memang hukum asal hutang itu boleh kalau dibutuhkan. Namun sudah sepantasnya setiap mukmin jangan bermudah-mudahan dalam urusan hutang, apalagi kalau dia memang masih bisa kalau tidak berhutang. Karena ketahuilah wahai saudara-saudaraku, perkara hutang meskipun itu nampaknya sepele tetapi di sisi Allah ia adalah perkara yang amat besar. Nyawa seseorang masih tergantung dengan hutangnya, sampai-sampai Nabi tidak mau menyolatkan orang yang masih memiliki hutang. Baiklah itu sekilas mengenai hutang. Adapun pada tulisan kali ini blog Al-Quran Pedia akan membahas mengenai ayat-ayat Al-Quran yang berkaitan dengan hutang. Simak selengkapnya di bawah ini. 1 Dan jika orang yang berhutang itu dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan sebagian atau semua utang itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Al-Baqarah 280 2 Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, meka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan apa yang akan ditulis itu, dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah keadaannya atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki di antaramu. Jika tak ada dua oang lelaki, maka boleh seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka yang seorang mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan memberi keterangan apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak menimbulkan keraguanmu. Tulislah mu'amalahmu itu, kecuali jika mu'amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu, jika kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit menyulitkan. Jika kamu lakukan yang demikian, maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Al-Baqarah 282 3 Dan bagimu suami-suami seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika isteri-isterimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau dan seduah dibayar hutangnya. Para isteri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para isteri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau dan sesudah dibayar hutang-hutangmu. Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki seibu saja atau seorang saudara perempuan seibu saja, maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudharat kepada ahli waris. Allah menetapkan yang demikian itu sebagai syari'at yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun. An-Nisaa’ 12 4 Ataukah kamu meminta upah kepada mereka sehingga mereka dibebani dengan hutang? Ath-Thuur 40 5 Apakah kamu meminta upah kepada mereka, lalu mereka diberati dengan hutang? Al-Qalam 46 6 Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk memerdekakan budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. At-Taubah 60 Itulah berbagai ayat Al-Quran yang menyebutkan tentang hutang. Semoga menambah ilmu dan wawasan kita tentang agama. Baca Juga 20 Ayat Al-Quran Tentang Sungai Semoga bermanfaat. Diselesaikan pada 4 Dzulhijjah 1439 Hijriyah/15 Agustus 2018 Masehi.
Hya3d. 6sitjf53dq.pages.dev/2306sitjf53dq.pages.dev/1016sitjf53dq.pages.dev/2326sitjf53dq.pages.dev/646sitjf53dq.pages.dev/1556sitjf53dq.pages.dev/2056sitjf53dq.pages.dev/1926sitjf53dq.pages.dev/491
ayat alquran tentang uang