תרגומיםבהקשר של "while he was working" אנגלית-יפנית מתוך Reverso Context: He's going to retire on 44 percent of what he earned while he was working. BOGOR – Yayasan Rumah Sehat Terpadu RST Dompet Dhuafa held the Inauguration, Taking the Oath of Office and Signing of the Integrity Pact for the Management and Supervisors of the […] JAKARTA- Ketua Pembina Yayasan Dompet Dhuafa Republika Parni Hadi turut berduka mendalam atas wafatnya kiyai kharismatik yang juga sahabatnya Gus Sholah. "Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Keluarga Besar Dompet Dhuafa berduka. Selamat Jalan Gus Sholah doa kami dan para dhuafa, semoga husnul khotimah dan juga Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang serta Dewan Pembina KH. Salahuddin []
Liquipedia Dota 2 needs more help, are you able to? You just have to register an account and then log in to edit our pages. If you have any questions you can join the dota2 channel on Liquipedia Dota 2 Wiki

MasjidCordofa diproyeksikan jadi sarana peribadatan bagi para amil Dompet Dhuafa. Kaya Kearifan Lokal, Dompet Dhuafa Luncurkan Masjid Panggung | Republika Online REPUBLIKA.ID

Jakarta ANTARA - Inisiator sekaligus Ketua Pembina Dompet Dhuafa Parni Hadi mengatakan untuk memberantas kemiskinan di tengah masyarakat dapat dimulai dari proses pembangunan suatu bangsa. "Pak Soeharto dengan orde barunya memulai pemberantasan kemiskinan dengan serius, tapi sampai sekarang kenapa tidak habis-habis," kata dia pada kegiatan Indonesia Poverty Outlook 2020 di Wisma ANTARA Jakarta, Senin. Pemerintah telah berusaha keras meyakinkan bahwa pembangunan bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan di Tanah Air. Pada saat masih aktif sebagai wartawan, ia melihat proses kemiskinan dimulai dari pro pertumbuhan kemudian pro lapangan pekerjaan. Baca juga Dompet Dhuafa gandeng warga desa kembangkan budi daya jamur "Setelah itu, masuk pada tahapan peduli lingkungan atau pro environment, namun tetap saja banyak orang miskin," kata mantan pemimpin umum LKBN Antara tersebut. Semua tahapan tersebut dinilainya merupakan upaya positif dalam menekan angka kemiskinan. Hanya saja, dikacaukan dengan segala macam bentuk proyek yang menyebabkan masalah sosial tadi tidak kunjung tuntas. Ia mencontohkan bantuan atau jatah satu ekor kambing dari pemerintah pusat bagi masyarakat yang awalnya senilai Rp1 juta. Kemudian, diteruskan ke tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan dan kelurahan. Namun pada saat disalurkan ke warga, bantuan itu hanya Rp150 ribu. "Ada pola pikir yang salah," ujar dia. Sementara itu, Sekretaris Yayasan Dompet Dhuafa Yayat Supriatna mengatakan kegiatan Indonesia Poverty Outlook 2020 sekaligus menjadi forum penyampaian laporan hasil riset Dompet Dhuafa yang dalam hal tersebut dilakukan oleh Indonesia Development and Islamic Studies IDEAS. "Ini juga sebagai salah satu akuntabilitas publik Dompet Dhuafa dalam upaya membantu masyarakat miskin terbebas dari kemiskinan," kata dia. Melalui kegiatan tersebut, Dompet Dhuafa akan mendapatkan input baru tentang data serta informasi tata kelola kemiskinan di Indonesia. Hal itu penting sebagai upaya untuk membuat kebijakan dan rekomendasi program di 2020. Ia mengatakan menurut para pakar pada 2020, kondisi ekonomi Indonesia masih akan dilanda resesi. Situasi tersebut secara signifikan akan membawa dampak kurang baik bagi kaum dhuafa. "Melalui kegiatan Dompet Dhuafa akan dicari solusi terkait upaya membantu masyarakat yang terdampak akibat situasi itu," katanya. Baca juga Dompet Dhuafa miliki rumah relawan sosial Baca juga Dompet Dhuafa gandeng Tebuireng bangun rumah sehatPewarta Muhammad ZulfikarEditor Triono Subagyo COPYRIGHT © ANTARA 2019
ANTARA/Muhammad Zulfikar) Jakarta (ANTARA) - Inisiator sekaligus Ketua Pembina Dompet Dhuafa Parni Hadi mengatakan untuk memberantas kemiskinan di tengah masyarakat dapat dimulai dari proses pembangunan suatu bangsa.
- The Jakarta Post Jakarta, Indonesia ● Tue, July 3, 2018 2018-07-03 1125 1809 a7124a1e87885b91d244660f9ec00052 4 Inforial Free The reality of poverty taking hold of so many in this country has become a special concern for the Republika daily newspaper. Its coverage on the extent of poverty in Indonesia has had a profound impact on the nation's conscience. It inspired Parni Hadi, who was the paper's editor-in-chief at the time, to initiate and established a program called Dompet Dhuafa, designed to collect various forms of alms and raise funds for planned programs that empower the poor. In its very first year, Dompet Dhuafa collected a modest Rp 425,000 US$30 in donations. This marked the start of the program's long history in committing itself to empowering others. In 25 years of collaborations and partnerships, Dompet Dhuafa has grown in its fight against poverty and efforts to empower the poor. . ./. Since 1993, Dompet Dhuafa has helped more than 16 million people with the initiative's five pillars of empowerment. It has also helped the thousands of volunteers who have taken part in spreading the good will of Dompet Dhuafa. What started off as a program to eradicate loan sharks in collaboration with the Association of Indonesian Muslim Intellectuals ICMI in Bandung, West Java, is now continuing to empower others through the aforementioned pillars, namely, education, economy, social and cultural development, health and dakwah religious proselytizing. "Dompet Dhuafa is an Islamic philanthropy organization that is devoted to empowering the poor through compassionate socio-technopreneurship," said Parni Hadi, initiator, founder and patron of the Dompet Dhuafa Republika Foundation. Today, the desire to empower others continues at Dompet Dhuafa. People work together toward the organization's goal to synergize and keep alive the spirit of spreading kindness throughout society. This goal serves as a motivation for people at the organization to keep serving the poor and helping them grow and be empowered. Seeing poor people smile and become empowered is a reward unto itself. One example of a success story in this regard is of Ratmi, a lurik striped woven material craftworker in Tlingsing, Klaten, Central Java, who started as a Dompet Dhuafa beneficiary and now makes materials that are coveted by designers both locally and abroad. . ./. "Praise be to God, ever since we received assistance in capital, training and guidance, the quality of our lurik has improved. Thank you for your support and may the lurik of Tlingsing become more popular around the world," Ratmi said. All these efforts to empower the poor are framed within Dompet Dhuafa's motto of Care, Collaboration and Diversity throughout its 25 years of spreading kindness. With the blessings of the Almighty and with increasing public trust, much has been accomplished. Still, much more remains to be done in the next 25 years. Dompet Dhuafa continues to invite the public to show their willingness to empower others. A thank you goes to all the donors and the people of Indonesia for helping and supporting Dompet Dhuafa reach its goals. . ./.
JAKARTA- Parni Hadi, selaku inisiator dan ketua pembina Yayasan Dompet Dhuafa Republika mengucapkan terima kasih kepada para musisi dan masyarakat Indonesia yang terus peduli dan ikut dalam kolaborasi kebaikan bersama Dompet Dhuafa. "Saya bangga dengan kalian semua. Telah mendedikasikan diri untuk bersama-sama melawan Corona di Indonesia. Kita tetap kreatif dan tambah mandiri meskipun di
Tekstil hammaddesi olarak bilinen pamuğun çekirdeğini kaplayan ve linter adı verilen kısa lifli pamukların, dayanıklılığı ve emme kapasitesinin yüksek olması nedeniyle banknot yapımında kullanıldığı belirtildi. Tariş Pamuk Birliği Başkanı Beliğ Azbazdar, AA muhabirine yaptığı açıklamada, kamuoyunda sadece elyafıyla tekstil hammadesi, çekirdeğiyle de yağ hammaddesi olarak kullanıldığı bilinen pamuğun banknottan baruta, hayvan yeminden margarine kadar çok geniş bir kullanım alanının bulunduğuna işaret etti. İŞTE PARANIN HAMMADDESİ Pamuğun bir ülke için stratejik bir ürün olduğunu, Türkiye'nin bu ürünü üretmek zorunda olduğunu anlatmaya çalıştıklarını belirten Azbazdar, yapılan tüm değerlendirmelerde bu ürünün elyaf hali üzerinden hesaplama yapılmasından rahatsızlık duyduklarını kaydetti. Bir tekstil ülkesi olan Türkiye'nin yıllık 1 milyon ton pamuk üretebilecek potansiyele sahip olduğunu ancak halen dünyanın ikinci büyük ithalatçısı konumunda olduğunu dile getiren Azbazdar, bu ürünün Türkiye'nin cari açık sorunu yaşadığı akaryakıt, bitkisel yağ ve yem sektörlerinde hammadde olarak kullanıldığını, ihracat geliri yaratan ilginç kullanım alanlarına da hitap ettiğini söyledi. Linter, para yapımında kullanılıyor Pamuğun çekirdeği üzerinde linter adı verilen küçük lifli pamuk parçalarının yüksek dayanıklılık ve emme kapasitesine sahip olduğunu, bu nedenle kıymetli kağıtların yapımında kullanıldığını kaydeden Azbazdar, şöyle konuştu ''Linter, banknot yapımından gözlük çerçevesine, mobilyadan baruta kadar çok değişik alanlarda kullanılıyor. Her gün kullandığımız banknotların hammaddesi linterdir. Linterin içindeki selülöz miktarının çok yüksek olması dayanıklılığını ve emiciliğini artırıyor. Nemlendikçe dayanıklılığı kaybolmuyor. Bu yıl birlik olarak İspanya'da bir kıymetli kağıt üreticisine 2 bin ton linter sattık. Bu ürünün şu anda tonu 500 dolardan satılıyor. Bu yıl yaptığımız linter ihracatıyla 1 milyon dolar gelir elde ettik. Geçen yıllarda da kemik gözlük çerçevelerinde kullanılmak üzere ürün satmıştık. Ayrıca barut yapımında da kullanılması nedeniyle her yıl MKE belli bir miktar linter alımı yapar. Linterin üretim kapasitesinin artması halinde bu ürüne yönelik Ar-Ge çalışması yaparak katma değerini daha da artırabiliriz.'' ''İthalatı önleriz'' Pamuk çekirdeğinin küçümsenmemesi gereken bir ürün olduğunu, bu ürünün 5 ana sektöre iş verdiğini, üründen elde edilen bitkisel yağın kızartma yağı, margarin gibi kullanım alanlarının yanında biyodizel katkısı ve yem olarak da kullanıldığına işaret eden Azbazdar, bu katkılar hesaba katıldığında pamuktan elde edilen gelirin ikiye katlandığını söyledi. Azbazdar, ''Pamuktan elde edilen toplam katma değer elyaf olarak kullanımının yaklaşık 2 katıdır. Bu ürünü ithal etmeyelim biz üretelim diye ısrar etmemizin nedeni bu. 1 milyon ton pamuk üretsek 1,5 milyon ton çekirdek çıkarırız. Daha fazla işçi çalıştırarak elde edeceğimiz yağı hem yakıt hem bitkisel yağ olarak kullanıp ithalatı önleriz, üstüne de linterle ihracat katkısı sağlarız. Hesap ortada. Sayın bakanlarımız üretimin önemine dikkat çekiyor. Biz de buna katılıyoruz ve biz hazırız diyoruz'' diye konuştu. Azbazdar, pamukta iyi bir sezon geçirilmediğini, iç piyasada fiyatların dünya fiyatlarının gerisinde gerçekleştiğini, üreticinin maliyetin altında satış yapmak durumunda kaldığını belirterek, yeni sezon için tarlaya inmeden cazip bir prim açıklanmaması halinde üretim alanlarının gelecek sezon daralmasının kaçınılmaz olduğunu da sözlerine ekledi. JAKARTA- Inisator, Pendiri, dan Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa, Parni Hardi, merumuskan trilogi dalam acara Milad 29 tahun Dompet Dhuafa #KolaborasiBangunNegeri yang dilakukan di Philantropy Building, Sabtu (2/7/2022). Dalam sambutannya bahwasanya ada konsentrasi perpindahan kemiskinan dari desa ke kota, sesuai dari data statistik, mayoritas penduduk kota berada di angka 67 persen, maka
There is no recent news or activity for this profile. Find More Contacts for Dompet DhuafaProtected ContentHead of HR Director Human Resources 1 email found View contacts for Dompet Dhuafa to access new leads and connect with decision-makers. View All Contacts Company Type Non-profitContact Email layandonatur Number +62217416040Dompet Dhuafa Replubika is an Indonesian non-profit organization, established to raise the social dignity of the poor through ZISWAF Zakat, Infaq, Almsgiving, Waqf, and other clean legal funds. It was all started from the empathy of a group of journalist who had a frequent interaction with the poor and also the rich at the same time. By thatsituation they initiated to manage an alliance with anybody who are concern about poverty. The four journalists; Parni Hadi, Haidar Bagir, S. Sinansari Ecip, and Eri Sudewo, go together as the board founders of Dompet Dhuafa Republika Independent is Dompet Dhuafa's headquarters? Dompet Dhuafa is located in Banten, Jawa Barat, are Dompet Dhuafa's competitors? Alternatives and possible competitors to Dompet Dhuafa may include JOIN, Motown museum, and Government Of Quebec.
ZNEWSID JAKARTA - Parni Hadi, pendiri dan Ketua Pembina Dompet Dhuafa turut memberikan paparan pada talkshow rangkaian Pekan ASI Sedunia oleh SELASI dan GERLI di Auditorium Serba Guna Gedung Balai Kota Jakarta, Kamis (29/8/2019). Parni menyampaikan tentang manfaat ASI bagi dirinya hingga usianya yang kini telah mencapai 71 tahun. Di usianya yang telah lanjut, Parni [] – Ketua Dewan Pembina Yayasan Dompet Dhuafa yaitu Parni Hadi mengatakan, kemiskinan mampu menyebabkan bencana, khususnya di wilayah perkotaan. "Kemiskinan itu penyebab bencana karena itu saya rumuskan trilogi program baru Dompet Dhuafa hari ini. Pertama adalah bangun desa supaya orang tidak terdorong jadi buruh murah di kota,” kata Parni, dikutip dari keterangan persnya, Minggu 3/7/2022.Hal itu disampaikan Parni dalam gelaran Milad ke-29 Dompet Dhuafa di Gedung Philanthropy Dompet Dhuafa, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu 2/7/2022. Kedua, lanjutnya, adalah menanggulangi kemiskinan perkotaan karena kemiskinan berpindah ke perkotaan. Ketiga adalah siaga hadapi bencana perkotaan atau urban disaster management UDM. “Opsinya adalah bisa dengan membangun desa wisata. Desa kita bangun, kemiskinan kita tanggulangi dan kurangi, kemudian siaga bencana perkotaan," jelasnya. Baca juga Jakarta Hajatan ke-495, Dompet Dhuafa Gelar Panen Raya Kebun Sehat di Kebayoran Lama Rumusan yang dikemas apik melalui sebuah trilogi itu pun mudah dipahami seluruh pendengar yang hadir dalam kesempatan tersebut. Terkait hal tersebut, Dompet Dhuafa akan melangsungkan penandatanganan kerja sama dengan Badan Nasional Penanganan Bencana BNPB dalam upaya penanganan bencana di perkotaan. Kerja sama tersebut merupakan komitmen Dompet Dhuafa yang tidak ingin terlarut dalam euforia dan tetap ingin memberikan manfaat setiap saat. Lebih lanjut, Parni juga mengajak seluruh insan Dompet Dhuafa terus mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kesempatan pihaknya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan hingga saat ini. “Marilah kita semua senantiasa merenungi ungkapan. Dalam Bahasa ibu, saya diajarkan untuk matur nuwun atau berterima kasih melalui ungkapan Alhamdulillah,” ujarnya. Baca juga Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara Untuk yang kedua, lanjutnya, adalah memohon ampun dengan Astaghfirullah. Ketiga adalah memohon tuntunan dengan la haula wa la quwwata illa billah. “Mengapa? Karena kita telah diberi ridho dari Allah sehingga Dompet Dhuafa telah tumbuh selama 29 tahun. Namun, Dompet Dhuafa masih banyak kekurangannya. Terakhir, Dompet Dhuafa minta kekuatan kepada Allah SWT. Saya harap ini jadi pedoman kita," sambungnya. PJS Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Rahmad Riyadi mengatakan, Dompet Dhuafa terlahir dari cinta. Oleh karenanya, tidak salah jika lembaga filantropi Islam ini memiliki buletin bernama Swara Cinta. Setelah menerbitkan bulletin, Dompet Dhuafa menemukan jati diri sebagai lembaga zakat dengan berkonsultasi dulu dengan para ulama. "Waktu awal-awal pencetusannya, rekan-rekan pencetus menanyakan kepada para alim ulama terkait legitimasi zakat dikelola swasta. Dari berbagai upaya dari rekan-rekan, maka usaha ini bisa terwujud. Bahkan, Dompet Dhuafa menjadi yang menginisiasi undang-undang zakat,” katanya. Baca juga Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban Senada dengan Parni, Rahmad juga mengajak seluruh insan Dompet Dhuafa untuk terus mengevaluasi diri dengan bermuhasabah dan meningkatkan layanan kepada para penerima manfaat. Dia juga berpesan kepada jajaran Dompet Dhuafa untuk selalu menjaga niat hati yang lurus dalam mengabdikan diri membantu masyarakat yang membutuhkan. “Dalam kesempatan 29 tahun Dompet Dhuafa ini, yang perlu kita lakukan adalah muhasabah. Yang pertama tentu bagi eksponen yang ada di Dompet Dhuafa adalah ini bentuk kecintaan terhadap kaum lemah dhuafa. Ini yang harus menjadi titik tolak para amil saat bekerja di Dompet Dhuafa,” katanya. Hal kedua, lanjut Rahmat, Dompet Dhuafa sejatinya bukan hanya lembaga zakat, melainkan juga lembaga yang menerapkan ukhuwah basyariyah, yaitu kemanusiaan. “Hal yang ketiga adalah kita sebagai amil tentu kita perlu mawas diri, mencoba meluruskan niat kita, dan pada kesempatan kali ini disampaikan juga bahwa hasil audit kinerja dan keuangan Dompet Dhuafa kembali dianugerahi WTP Wajar Tanpa Pengecualian," tuturnya. Baca juga Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut Semangat mengabdi Pada kesempatan tersebut, Ketua Panitia Milad Dompet Dhuafa Dian Mulyadi mengatakan, peringatan Milad ke-29 merupakan perayaan bagi Dompet Dhuafa dalam menebar kebaikan. “Mohon doa dari bapak ibu sekalian yang hadir pada hari ini, mudah-mudahan seluruh rangkaian milad kali ini berjalan lancar dan penuh khidmat,” katanya. Dia juga mengapresiasi dukungan dan kolaborasi semua pihak dalam menyemarakkan dan menyukseskan Milad ke-29 Dompet Dhuafa. Sebagai informasi, Milad 29 Tahun Dompet Dhuafa juga dimeriahkan dengan pertunjukkan vertical rescue dari Tim Srikandi Disaster Management Center DMC Dompet Dhuafa yang membawa baliho berukuran raksasa bergambarkan logo Milad 29 Tahun Dompet Dhuafa dari atas Gedung Philanthropy. Selain itu, dilakukan pula prosesi potong tumpeng sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas berbagai keberhasilan capaian Dompet Dhuafa selama ini. Baca juga Meriahkan HUT Ke-495 Kota Jakarta, DMC Dompet Dhuafa Kampanyekan Tanggap Darurat di Daerah Perkotaan Prosesi pemotongan tumpeng dilakukan Inisiator dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Dompet Dhuafa yaitu Parni Hadi yang disaksikan langsung seluruh jajaran manajemen dan pengurus Dompet Dhuafa. Kemeriahan Milad 29 Tahun Dompet Dhuafa masih akan berlanjut dengan berbagai rangkaian kegiatan menarik di dalamnya. Setelah acara milad di Gedung Philanthropy Dompet Dhuafa, digelar pula Fun Walk di Car Free Day CFD Jakarta, pada Minggu 3 Juli 2022. Selanjutnya, rangkaian tersebut akan ditutup dengan syukuran oleh seluruh insan Dompet Dhuafa di Gedung Philanthropy pada Senin 4 Juli 2022. Acara pada hari ini turut diisi dengan pembacaan puisi renungan karya Parni Hadi. Puisi ini menjelaskan bagaimana trilogi kemiskinan dan bencana yang telah dijelaskan dalam sambutan puisi ini harus menjadi renungan bagi seluruh insan Dompet Dhuafa dan masyarakat Indonesia. Baca juga Lewat Kurbanaval 2022, Dompet Dhuafa Tebar Hewan Kurban ke Pelosok Indonesia Berikut puisi Karya Parni Hadi yang berjudul Orang Miskin Pindah Tempat. Orang Miskin Pindah Tempat Orang miskin pindah tempat, dari desa ke kota dan pinggirannya. Wajah kemiskinan tetap melekat, sedikit beda cuma gaya penampilannya. Dari orang desa menjadi orang kota, gaya bicara dan pakaian coba beda, tapi kebiasaan lama tetap seperti biasa. Ini gegara urbanisasi. Desa tidak menarik lagi, terutama bagi kawula muda untuk mengais rejeki. Berbondong mereka pindah ke kota dengan bekal kemampuan seadanya. Jadi buruh ongkos murah. Kota jadi penuh tumpah ruah. Orang, di mana-mana orang! Di jalan-jalan, gang-gang dan rumah-rumah sempit yang dikontrak. Mereka kawin mawin dan beranak pinak. Macet dan kumuh di mana-mana. Bencana perkotaan mengintai, gegara over populasi orang miskin. Desa harus dibangun, dibuat menarik agar mengundang rejeki. Desa wisata jadi opsi. Ini bisa kurangi arus urbanisasi. Kemiskinan perkotaan perlu ditanggulangi sambil bersiap hadapi bencana akibat kemiskinan. Urban Disaster Management UDM jadi sebuah pilihan Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Dalamperannya, Sunan Kalijaga yang dimainkan Pendiri Dompet Dhuafa Parni Hadi, turut menyelipkan pesan-pesan moral kepada penonton yang beragam, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa tersebut.'Bicara benar belum tentu baik, bicara baik belum tentu benar, bicara benar dan baik belum tentu perlu, maka itu bicaralah seperlunya, secukupnya dan
BerandaRumah Belajar ?Parni Hadi? Fasilitasi Pendidikan Demi Perubahan Generasi Penerus 1 November 2018, 1809 MADIUN, JAWA TIMUR — Dompet Dhuafa resmikan Rumah Belajar “Parni Hadi” yang beralamatkan di Desa Rejosari, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, pada Selasa 30/10/2018. Bertajuk Memfasilitasi Generasi Cerdas, Ikhlas, Bekerja Keras, dan Mandiri’, gelaran peresmian Rumah Belajar Parni Hadi’ diramaikan dengan aksi seni tari, seni suara, juga puisi. Ratusan pasang mata menyaksikan penampilan para Guru dan siswa-siswi dari Sekolah Dasar Kanung, Sidorejo, Rejosari, Pucangrejo, juga Sogaten, pagi itu. Gelaran tersebut merupakan peresmian sebuah program berbasis pendidikan sebagai wadah untuk pendidikan formal maupun non formal. Pembelajaran bukan hanya bentuk teoritis tapi juga praktek, termasuk seni tari dan suara agar tetap mengenal, menjaga, dan mencintai budaya bangsa. Adanya pendidikan bahasa Inggris dan Mandarin semacam les bimbingan belajar bimbel, juga ada di sana. “Pelatihan rutin akan diadakan setiap hari Sabtu. Insyaa Allah para Guru dan Kepala Sekolah dari sekolah-sekolah di sini siap bekerjasama. Karena kami percaya dan berharap pergerakan ini dapat membawa perubahan generasi penerus,” tutur Endang, Kepala Program Rumah Belajar Parni Hadi’. Ia mengakui bahwa lintas penggerak pendidikan akan siap bekerjasama. Melalui sub-sub program seperti pelatihan-pelatihan di luar kurikulum untuk pengembangan keterampilan. Turut menghadiri peresmian tersebut, Direktur Program Dompet Dhuafa, Sabeth Abilawa, yang juga memaparkan bahwa kedepan akan ada guliran pelatihan keterampilan rutin. “Selain memfasilitasi, melalui Rumah Belajar Parni Hadi’, Dompet Dhuafa berharap dapat mencetak generasi-generasi penerus yang berprestasi. Di Jawa Timur sendiri, lahir pahlawan-pahlawan bersejarah bangsa seperti Cokroaminoto, bahkan Soekarno,” tambah Sabeth. “Mari berprinsip bahwa setiap anak cerdas, tersimpan bakat dan memiliki kemampuan tersendiri yang berbeda-beda. Terima kasih Dompet Dhuafa, melalui Rumah Belajar ini mari kita pergunakan untuk menguak potensi kecerdasan tersebut,” tegas Soekatman, Wakil Camat Sawahan. Dompet Dhuafa/Dhika Prabowo G26Z.
  • 6sitjf53dq.pages.dev/499
  • 6sitjf53dq.pages.dev/329
  • 6sitjf53dq.pages.dev/208
  • 6sitjf53dq.pages.dev/215
  • 6sitjf53dq.pages.dev/45
  • 6sitjf53dq.pages.dev/155
  • 6sitjf53dq.pages.dev/12
  • 6sitjf53dq.pages.dev/372
  • parni hadi dompet dhuafa